Revolusi Digital: Garut Bidik Status Kabupaten Kesehatan Pertama
Simbolis penandatanganan kerja sama antara SID dan pemerintah Kabupaten Garut untuk program DED. /visi.news/ist
"Kabupaten Garut dapat menjadi pionir dalam transformasi digital layanan kesehatan dan menjadi rujukan nasional bahkan internasional."
Momentum peluncuran ditandai dengan penayangan video implementasi Digitally Enabled District yang menampilkan bagaimana teknologi digital dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dari tingkat komunitas hingga fasilitas layanan kesehatan. Sebagai bentuk komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Garut bersama 27 puskesmas menandatangani pakta integritas guna memastikan implementasinya berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Peluncuran ini juga menampilkan demonstrasi langsung oleh tim champion, yang memperlihatkan penggunaan sistem dalam praktik pelayanan sehari-hari. Penguatan implementasi ini ditandai dengan pengesahan tim champion melalui surat keputusan resmi sebagai penggerak utama adopsi digital di fasilitas layanan kesehatan.
Dalam sesi Voice from the Field, Muhammad Nurul Akbar, salah satu nakes Puskesmas Bayongbong yang bergabung dalam tim champion, menyampaikan pengalaman dari lapangan yang menunjukkan bagaimana digitalisasi membantu tenaga kesehatan dalam meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas layanan kepada masyarakat.
Acara berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan komitmen kuat seluruh pihak dalam mendorong transformasi sistem kesehatan di Kabupaten Garut. Melalui program Digitally Enabled District, Kabupaten Garut diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam pengembangan ekosistem digital kesehatan yang berkelanjutan dan berdampak nyata di Indonesia, bahkan dunia.
@uliBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!