Reuni Akbar SMAN Cimindi/13, Update Pendaftar Sudah 1.118 Orang
VISI.NEWS | BANDUNG - Reuni Akbar SMAN Cimindi/13 Bandung semakin mendekati pelaksanaannya, dengan data pendaftar yang terus meningkat. Saat ini, tercatat 1.118 alumni yang mendaftar untuk hadir dalam acara reuni yang akan digelar dalam waktu dekat. Hal ini mencatatkan angka signifikan dari total data alumni yang tercatat sebanyak 3.023 orang. Dua alumni Angkatan '86 SMAN ini yang menjadi tokoh nasional yakni Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana rencananya hadir dalam reuni akbar ini.
Ketua Panitia, Taryan Setiawan, menyatakan bahwa persiapan acara sudah mencapai tahap final dan memastikan bahwa seluruh panitia bekerja keras untuk memastikan acara berjalan lancar dan bermakna. "Kami ingin reuni ini bukan hanya sekadar nostalgia, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar angkatan," ujarnya.
Menurut data yang dihimpun panitia, pendaftar terbanyak berasal dari Angkatan 1986, diikuti oleh Angkatan 1992 dan 1984. Tak hanya itu, sejumlah alumni dari angkatan 1990-an juga turut aktif dalam berbagai aspek acara, mulai dari kepanitiaan hingga promosi melalui kanal media sosial. Kinanti Eva, salah satu panitia, mengungkapkan bahwa antusiasme lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa. "Kami merasa bangga melihat semangat tinggi dari berbagai angkatan yang berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini," tambahnya.
Panitia inti yang bekerja keras menyukseskan acara ini antara lain Taryan Setiawan, Kinanti Eva, Kang Otoy, Erwin Primadi, Betha Pratista, Dewi, dan Tendy K. Somantri. Mereka memastikan reuni kali ini tidak hanya berfokus pada acara seremonial, tetapi juga memberikan nilai sosial dan lingkungan yang berkelanjutan melalui kegiatan penanaman pohon. Kegiatan ini dipilih sebagai bentuk simbolis untuk mempererat hubungan antara alumni, sambil memberikan kontribusi nyata untuk pelestarian lingkungan.
Dengan tema "Alumni SMAN Cimindi 13 Bandung Jadikan Pohon Sebagai Monumen," panitia mengangkat gagasan bahwa monumen tidak selalu berbentuk tugu atau bangunan. "Pohon adalah simbol kehidupan yang dapat tumbuh dan bertahan lama," kata Taryan. Untuk mewujudkan hal ini, panitia bekerja sama dengan West Java Conservation Trust Fund (WJCTF) dan Yayasan Wanadri, melalui program Wali Pohon, yang dirancang untuk menjaga dan merawat pohon yang ditanam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!