Reuni Akbar SMAN Cimindi-13, Pendaftar Sudah Seribu Lebih
VISI.NEWS | BANDUNG - Panitia Reuni Akbar SMAN Cimindi/13 Bandung mencatat sebanyak 1.008 peserta telah mendaftar hingga Selasa, 8 Oktober 2025 pukul 10.00 WIB. Data tersebut menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai angkatan alumni untuk hadir dalam kegiatan yang akan digelar di Pusdikpom/Pusdikjas, Kota Bandung, pada 15 November 2025 mendatang.
Ketua Panitia, Taryan Setiawan, menyampaikan bahwa persiapan acara telah mencapai tahap akhir. Ia menegaskan, seluruh panitia bekerja keras untuk memastikan reuni berjalan lancar dan penuh makna. “Kami ingin reuni ini bukan sekadar ajang nostalgia, tapi juga momentum mempererat tali silaturahmi antar angkatan,” ujar Taryan.
Menurut data panitia, pendaftar terbanyak berasal dari Angkatan 1983, diikuti oleh Angkatan 1985 dan 1987. Sementara itu, sejumlah alumni muda dari angkatan 1990-an juga turut berpartisipasi aktif dalam kepanitiaan maupun promosi acara di berbagai kanal media sosial. “Ini menunjukkan semangat lintas generasi yang luar biasa,” imbuh Kinanti Eva, panitia lainnya.
Selain Taryan dan Kinanti, panitia inti juga ada Kang Otoy, Erwin Primadi, Betha Pratista, Dewi dan Tendy K. Somantri. Mereka memastikan acara reuni tidak hanya berisi seremonial, tetapi juga memiliki nilai sosial dan lingkungan melalui kegiatan simbolik penanaman pohon.
Program penanaman pohon ini diangkat dengan tema “Alumni SMAN Cimindi 13 Bandung Jadikan Pohon Sebagai Monumen”. Konsep tersebut terinspirasi dari gagasan bahwa monumen tidak harus berbentuk tugu atau bangunan, melainkan bisa berupa benda hidup yang tumbuh dan bertahan lama. Karenanya, panitia bekerja sama dengan West Java Conservation Trust Fund (WJCTF), Yayasan Wanadri, melalui program Wali Pohon.
Dalam kegiatan Gelar Wicara Literacy on Air (Lit-on) di K-Lite 107.1 FM Bandung, Selasa (7 Oktober 2025), Ketua Pelaksana Betha Pratista menjelaskan bahwa program Wali Pohon dipilih karena bersifat abadi dan edukatif. “Nama SMA Cimindi memang sudah tidak ada lagi karena dilebur menjadi SMAN 13 Bandung sejak 1997. Kami ingin nama itu kembali hadir dalam bentuk monumen hidup,” ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!