Restu Politik Terbit, Penolakan Publik Menguat: Jepang Buka Jalan Operasi PLTN Kashiwazaki-Kariwa
Menurut laporan NHK, TEPCO mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali reaktor pertama pada 20 Januari mendatang, meski jadwal resmi belum diumumkan. Perusahaan berupaya meredam kekhawatiran publik dengan menegaskan komitmen keselamatan.
“Kami tetap berkomitmen kuat untuk tidak mengulang kecelakaan itu dan memastikan warga Niigata tidak mengalami hal serupa,” kata juru bicara TEPCO, Masakatsu Takata.
Sebagai bagian dari pendekatan sosial dan ekonomi, TEPCO sebelumnya juga menjanjikan investasi senilai 100 miliar yen ke wilayah Niigata dalam sepuluh tahun ke depan. Meski demikian, survei pemerintah prefektur menunjukkan mayoritas warga masih meragukan kesiapan dan kemampuan TEPCO dalam mengelola risiko nuklir.
Penolakan juga datang dari para penyintas Fukushima. Ayako Oga (52), warga yang mengungsi akibat bencana 2011, menyatakan trauma tersebut belum sepenuhnya hilang.
“Kami mengetahui secara langsung risiko kecelakaan nuklir dan tidak bisa mengabaikannya,” ujarnya.
Bahkan Gubernur Niigata Hideyo Hanazumi mengakui bahwa ketergantungan terhadap energi nuklir bukanlah solusi jangka panjang.
“Saya ingin melihat era di mana kita tidak harus bergantung pada sumber energi yang menimbulkan kecemasan,” kata Hanazumi.
Dengan restu politik yang sudah dikantongi namun penolakan publik yang masih kuat, pengoperasian kembali Kashiwazaki-Kariwa menempatkan Jepang pada persimpangan antara kebutuhan energi, kepercayaan publik, dan bayang-bayang tragedi masa lalu. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!