Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026

Respon Wamendikdasmen soal Jam Masuk Sekolah dan Penghapusan PR di Jabar

Desi Rossilawati
Senin, 16 Juni 2025 | 16:50 WIB
Bagikan
Respon Wamendikdasmen soal Jam Masuk Sekolah dan Penghapusan PR di Jabar

VISI.NEWS | BANDUNG - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq merespons kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memajukan jam masuk sekolah jadi pukul 06.30 WIB serta menghapus pekerjaan rumah (PR) tertulis mulai tahun ajaran 2025/2026.

Fajar mengungkapkan, bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi resmi antara Pemprov Jabar dan Kemendikdasmen terkait dua kebijakan tersebut.

"Belum ada, kita masih menelaah itu lebih jauh," ujar Fajar dikutip dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).

Menurutnya, kementerian kini tengah mendalami kajian atas kebijakan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengatakan, pihaknya terbuka untuk melakukan koordinasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya pertemuan langsung antara Gubernur Dedi dan Menteri Abdul Mu'ti. "Kita sedang dalami kajian itu ya. Kemungkinan besar Pak Gubernur akan berbicara bertemu dengan Pak Menteri Pendidikan untuk membahas hal-hal semacam tadi. Intinya supaya ada koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, karena tujuannya sama soal pendidikan," jelasnya. Fajar menekankan, pentingnya komunikasi antar level pemerintahan agar informasi di masyarakat tidak simpang siur dan kebijakan yang diambil tetap berpijak pada kepentingan peserta didik.

"Kita harapkan kesimpangsiuran informasi bisa kita mitigasi, kurangi. Insyaallah akan ada silaturahmi antara Pak Gubernur dengan Pak Menteri," ungkapnya. Disinggung soal substansi kebijakan itu, Fajar mengingatkan, bahwa belum ada keputusan resmi dari kementerian. Namun ia menyinggung sejumlah riset internasional yang menyebutkan tidak ada korelasi langsung antara jam masuk sekolah lebih pagi dengan capaian akademik siswa. "Keputusan resmi sedang kita bahas ya. Tapi kalau kita baca beberapa penelitian di luar negeri, bahwa memang tidak ada korelasi langsung antara masuk pagi dengan capaian akademik, pertumbuhan sosial, ekonomi. Tapi di luar negeri, di Indonesia kita kaji," tutup Fajar.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.