Respon Kepala Desa: 'Jomet' yang Viral, Dedi Mulyadi Beri Teguran
"Tapi kesannya, Ibu seolah-olah melecehkan bingkisan (jomet) itu, seakan-akan kecewa hanya mendapat nasi boks tanpa ada yang lain. Benarkah begitu?," tanya Dedi.
Wiwin membantah tudingan tersebut dan menegaskan tidak ada maksud meremehkan bingkisan yang diterimanya.
"Tidak, Pak. Tidak ada maksud seperti itu. Saya hanya merasa senang dan spontan membawanya, lalu makan bersama di parkiran," katanya.
Terkait reaksi dari Wakil Bupati Bogor yang marah dan meminta agar dirinya dipecat, Wiwin mengatakan bahwa keputusan tersebut harus mengikuti prosedur.
"Soal pemecatan itu ada aturannya, Pak," ujarnya.
Ia mengaku telah melakukan klarifikasi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.
"Beliau meminta agar saya tidak mengulanginya lagi. Saya pun meminta maaf atas kesalahpahaman ini. Saya tidak menyangka niat bercanda bisa ditafsirkan berbeda oleh masyarakat," kata Wiwin.
Dedi Mulyadi pun mengingatkan bahwa sebagai kepala desa, Wiwin harus lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama di era media sosial, di mana segala sesuatu bisa dengan mudah disalahartikan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!