Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Respon Kepala Desa: 'Jomet' yang Viral, Dedi Mulyadi Beri Teguran

Desi Rossilawati
Kamis, 27 Februari 2025 | 11:23 WIB
Bagikan
Respon Kepala Desa: 'Jomet' yang Viral, Dedi Mulyadi Beri Teguran

VISI.NEWS | BOGOR - Kepala Desa Gunung Menyan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Wiwin Komalasari, memberikan klarifikasi terkait video dirinya yang viral saat bercanda tentang 'jomet' atau bingkisan nasi boks usai menghadiri pelantikan Bupati Bogor.

Video tersebut menimbulkan persepsi bahwa ia seolah-olah melecehkan pemberian itu.

Dalam wawancara dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melalui kanal YouTube kang Dedi Mulyadi Channel dengan judul 'Viral gara-gara Tenteng  Nasi Bingkisan - KDM Tegur Kades Wiwin | Ini Penjelasannya'.

Wiwin menjelaskan bahwa kejadian tersebut hanya spontanitas dan tidak bermaksud menyinggung siapa pun.

"Jadi, Pak, ini hanya seru-seruan saja," kata Wiwin saat berbincang dengan Dedi di video rekaman kanal Youtube tersebut, dikutip Kamis (27/2/2025).

Wiwin mengungkapkan, ia dan sejumlah kepala desa lain menerima nasi boks setelah menghadiri acara di Pemda. Karena jumlahnya banyak, mereka membawanya keluar untuk dimakan bersama di parkiran.

"Kami berkumpul dengan teman-teman kepala desa lainnya, dan saat itu ada pembicaraan mengenai 'jomet'. Dalam bahasa Bogor, 'jomet' berarti berkat," jelasnya.

Namun, Dedi Mulyadi menyoroti kesan yang muncul di media sosial, di mana Wiwin dianggap kecewa hanya mendapat nasi boks.

"Tapi kesannya, Ibu seolah-olah melecehkan bingkisan (jomet) itu, seakan-akan kecewa hanya mendapat nasi boks tanpa ada yang lain. Benarkah begitu?," tanya Dedi.

Wiwin membantah tudingan tersebut dan menegaskan tidak ada maksud meremehkan bingkisan yang diterimanya.

"Tidak, Pak. Tidak ada maksud seperti itu. Saya hanya merasa senang dan spontan membawanya, lalu makan bersama di parkiran," katanya.

Terkait reaksi dari Wakil Bupati Bogor yang marah dan meminta agar dirinya dipecat, Wiwin mengatakan bahwa keputusan tersebut harus mengikuti prosedur.

"Soal pemecatan itu ada aturannya, Pak," ujarnya.

Ia mengaku telah melakukan klarifikasi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.

"Beliau meminta agar saya tidak mengulanginya lagi. Saya pun meminta maaf atas kesalahpahaman ini. Saya tidak menyangka niat bercanda bisa ditafsirkan berbeda oleh masyarakat," kata Wiwin.

Dedi Mulyadi pun mengingatkan bahwa sebagai kepala desa, Wiwin harus lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama di era media sosial, di mana segala sesuatu bisa dengan mudah disalahartikan.

"Ke depan, Ibu harus lebih menjaga penampilan. Sebagai kepala desa, ada waktu untuk tampil profesional dan ada waktu untuk bersantai," kata Dedi.

Menutup perbincangan, Dedi meminta agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Jangan bikin heboh lagi ya, Bu!" ujarnya.

"Siap, Pak!" jawab Wiwin. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.