Reshuffle Kabinet, Hasan Nasbi Singgung Prabowo Pernah Diberhentikan dari TNI
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam acara KTT BRICS 2026./visi.news/Sekretariat Presiden RI.
VISI.NEWS - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengungkit pengalaman Presiden Prabowo Subianto yang pernah diberhentikan dari TNI. Menurut Hasan, pemberhentian dari jabatan, termasuk melalui reshuffle, bukan berarti menjadi akhir dari perjalanan politik seseorang.
Hal tersebut disampaikan Hasan saat merespons rangkaian reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo maupun para presiden sebelumnya.
"Kalau dipikir-pikir ya dalam politik itu kita bisa hidup lebih dari sekali. Ada orang yang mungkin merasa ketika diberhentikan dari jabatannya kemudian itu adalah akhir dari karier politiknya. Kalau kita lihat sejarahnya, Presiden Prabowo, beliau kan diberhentikan dari jabatannya. Waktu itu menjadi rising star di ABRI waktu itu, di TNI, dengan pangkat letnan jenderal di usia yang masih muda. Tapi kemudian diberhentikan begitu saja," ujar Hasan dalam keterangan videonya yang dikutip, Rabu (16/9/2026).
Hasan Ceritakan Perjalanan Politik Prabowo
Hasan mengatakan, saat Prabowo diberhentikan dari TNI, banyak pihak menganggap hal tersebut menjadi akhir dari perjalanan politiknya.
Namun, menurut Hasan, anggapan tersebut kemudian terbantahkan. Prabowo tetap melanjutkan perjuangan politiknya selama puluhan tahun dengan membangun partai dan mengikuti sejumlah pemilihan umum.
"Ikut berjuang dalam sekian kali pemilu untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, beberapa kali kalah, tapi tidak menghapus kesabaran dan semangat beliau untuk memperjuangkan keyakinannya dalam politik," jelasnya.
Hasan mengatakan, perjalanan panjang tersebut akhirnya membawa Prabowo mendapatkan kepercayaan masyarakat dan terpilih sebagai Presiden pada 2024.
"Dan akhirnya di tahun 2024, beliau mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, terpilih menjadi Presiden, dan hari ini sedang memimpin transformasi bangsa kita, transformasi menuju Indonesia Emas di tahun 2045," sambungnya.
Hasan Ungkit Perjalanan Anwar Ibrahim
Selain Prabowo, Hasan juga mengungkit perjalanan politik Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang pernah diberhentikan dari jabatan Wakil Perdana Menteri Malaysia.
Menurut Hasan, perjalanan Anwar Ibrahim bahkan menghadapi situasi yang lebih berat karena pernah menjalani hukuman penjara.
"Dan cerita Pak Prabowo bukan cerita satu-satunya juga. Anwar Ibrahim di tahun 98 itu jabatannya sudah wakil perdana menteri. Tapi karena ada perbedaan pendapat dengan perdana menteri waktu itu, kena reshuffle, kena berhentikan juga. Dan mungkin lebih tragis karena dua kali bolak-balik masuk penjara dengan masa hukuman sekitar 10 tahun lebih," kata Hasan.
Hasan mengatakan Anwar Ibrahim tetap melanjutkan perjuangan politik setelah diberhentikan dari jabatan dan menjalani hukuman penjara.
Pada akhirnya, Anwar Ibrahim berhasil menduduki posisi Perdana Menteri Malaysia meski telah berusia lanjut.
"Mungkin waktu itu sekitar 75 atau 76 tahun. Ini perjuangan politik yang panjang, tapi memberikan bukti bahwa diberhentikan dari jabatan itu bukan akhir dari segalanya. Bahkan ada orang yang kembali lagi dengan posisi yang jauh lebih, jauh lebih kuat," imbuh Hasan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!