Rentetan Kekerasan Guncang Liga 4, Kompetisi Amatir Disorot Soal Pengawasan dan Fair Play
“Kami mengutuk keras tindakan tersebut dan memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan dari tim,” kata perwakilan KAFI Jogja.
Dua kejadian ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi Liga 4 sebagai satu-satunya kompetisi berstatus amatir di Indonesia. Liga 4 baru memasuki musim keduanya sejak pertama kali digelar pada musim 2024/2025, setelah restrukturisasi kompetisi nasional yang mengubah Liga 1 menjadi Super League, Liga 2 menjadi Championship, dan Liga 3 menjadi Liga Nusantara.
Musim ini, format Liga 4 mengalami perubahan signifikan dengan dimulainya kompetisi dari tingkat regional kabupaten dan kota. Fase tersebut memperebutkan Piala Bupati atau Piala Wali Kota pada Agustus–September 2025, dilanjutkan Piala Gubernur tingkat provinsi hingga Februari 2026, sebelum putaran nasional pada April–Mei 2026.
Rentetan kekerasan ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pembinaan disiplin dan pengawasan di level akar rumput. Evaluasi PSSI terhadap kejadian tersebut dinanti publik sebagai penentu arah pembenahan Liga 4 ke depan.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!