Remaja SMP di Ciparay Disiksa dan Dimasukkan ke Sumur, Tiga Pelaku Ditangkap
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 27 Juni 2025 | 08:00 WIB
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Insiden perundungan menimpa seorang siswa SMP berusia 13 tahun di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Korban disiksa secara fisik dan bahkan diceburkan ke dalam sumur oleh sejumlah pelaku. Kejadian memilukan ini baru terungkap setelah videonya viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar luas, korban tampak dalam kondisi mengenaskan. Wajahnya berlumuran darah, dan ia dipaksa masuk ke sumur sedalam tiga meter. Pelaku tertawa puas, sementara korban terus mengelap darah dari wajahnya.
Kapolsek Ciparay, Iptu Ilmansyah, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa perundungan terjadi pada Mei 2025, namun pihak kepolisian baru bertindak setelah video kejadian tersebar luas. Tiga pelaku telah diamankan, termasuk seorang pria berinisial MF (20) dan dua lainnya yang masih di bawah umur.
"Iya benar telah terjadi perundungan, kejadiannya satu bulan lalu. Tapi pelakunya tiga orang langsung kami amankan Selasa 24 Juni 2025 lalu," kata Ilmansyah, Kamis (26/6/2025).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula dari ajakan minum tuak kepada korban yang semula ditolak, namun akhirnya korban dipaksa ikut menenggak minuman tersebut. Setelah itu, pelaku memaksa korban merokok.
"Korban ditawari tuak oleh para pelaku dan korban menolak. Namun korban dipaksa meminum oleh para pelaku dan korban langsung meminum setengah gelas tuak," ujar Ilmansyah.
Situasi berubah menjadi kekerasan saat pelaku MF menendang serpihan batu bata ke arah kepala korban.
"Sambil melarang, pelaku MF menendang serpihan bata merah yang mengenai kepala korban. Sehingga menyebabkan bagian kepala korban mengeluarkan darah," ungkapnya.
Tak berhenti di situ, korban kemudian diseret dan dimasukkan ke dalam sumur oleh pelaku.
Mirisnya, dua pelaku lain hanya menyaksikan dan merekam kejadian sambil tertawa. Korban yang terluka akhirnya pergi ke masjid untuk membersihkan diri sebelum pulang ke rumah.
Meski keluarga korban enggan membuat laporan resmi, mereka akhirnya mengunggah video peristiwa tersebut ke media sosial. Respons publik yang besar mendorong polisi bertindak cepat dan mengamankan pelaku.
Pihak kepolisian saat ini masih mendalami latar belakang dan kemungkinan adanya unsur pidana lain dalam kasus perundungan yang mengejutkan publik ini. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!