Rektor IPDN Soroti Indikator Pembangunan Jabar pada Musrenbang RPJPD 2025-2045
VISI.NEWS | JATINANGOR - Menteri Dalam Negeri RI melalui Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo., M.M., soroti terkait indikator pembangunan Provinsi Jawa Barat tahun 2023.
Rektor IPDN hadir sebagai narasumber pada pelaksanaan talkshow giat Musrenbang RPJPD tahun 2025-2045 dan RKPD tahun 2025 Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, Senin (22/4/2024).
Pada pelaksanaan Musrenbang itu terungkap beberapa permasalahan yang tercermin dari indikator makro Pemprov Jabar tahun 2023 yakni tingkat pengangguran terbuka Jabar menyentuh angka 7,44%.
Ini lebih tinggi dibanding TPT nasional sebesar 5,32%, laju pertumbuhan ekonomi Jabar sebesar 5%, indeks pembangunan manusia Jabar sebesar 74,24% dan tingkat kemiskinan Jabar dengan angka 7,62% ini lebih rendah jika dibandingkan tingkat kemiskinan nasional yaitu sebesar 9,36%.
Menanggapi hal tersebut, Rektor IPDN berharap Pemprov Jabar dapat memastikan kembali rancangan RPJPD Jabar telah dilakukan penyempurnaan berdasarkan surat hasil konsultasi rancangan awal yang dikeluarkan oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah. Baik secara substansi maupun aspek penyelarasan dengan RPJPN.
"Sesuai ketentuan, tahapan RPJPD Provinsi Jabar harus diselesaikan pada minggu pertama bulan Agustus, RPJPD Kabupaten/Kota pada minggu ke empat bulan Agustus 2024 dan rancangan SPJMD harus selesai di akhir Juli 2024," kata Hadi.
Menurutnya, Pemprov Jabar juga disarankan segera menyempurnakan rancangan RPJPD menjadi rancangan akhir RPJPD berdasarkan berita acara kesepakatan musrenbang RPJPD tahun 2025-2045.
Hadi mengatakan, musrenbang ini perlu didorong sebagai forum menampung aspirasi dan masukan dari berbagai stakeholder guna memperdalam berbagai perumusan kebijakan perencanaan daerah yang solutif atas permasalahan dan isu pembangunan jangka panjang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!