Rekor yang Datang Terlalu Cepat: Lamine Yamal dan Tragedi Ekspektasi di Barcelona
VISI.NEWS|BANDUNG -Barcelona kembali memiliki permata. Di usia 18 tahun, Lamine Yamal bukan hanya menjadi tumpuan masa depan, tetapi juga aktor utama di masa kini. Gol ke-39 yang ia cetak saat Barcelona menaklukkan Albacete 2-1 menjadi penanda penting, karena melampaui rekor gol Diego Maradona selama berseragam Blaugrana.
Catatan tersebut membawa Yamal melewati legenda Argentina yang mencetak 38 gol dan 23 assist dalam 58 pertandingan bersama Barcelona. Meski Yamal membutuhkan 135 laga untuk mencapai angka itu, pencapaian tersebut tetap istimewa mengingat usia sang pemain yang masih sangat belia.
Di tengah euforia, muncul pertanyaan besar yang tak terhindarkan: seberapa jauh Yamal bisa melangkah dalam lintasan sejarah Barcelona yang dipenuhi nama-nama abadi?
Lionel Messi menjadi tolok ukur yang selalu muncul. Messi sendiri membutuhkan 98 pertandingan untuk melampaui rekor Maradona, sebuah momen yang tercipta pada Februari 2008. Saat itu, Messi sudah berusia lebih matang dibanding Yamal saat ini.
Messi pun pernah menegaskan posisi Maradona dalam hidup dan kariernya.
“Bagi kami orang Argentina, Maradona selalu menjadi idola terbesar dan kekaguman terdalam kami. Diego melampaui segalanya,” ujar Messi.
Ia menyebut Maradona sebagai figur yang membentuk kecintaannya pada sepak bola.
“Saya berharap Diego memberikan Piala Dunia kepada saya, atau setidaknya melihat semua ini. Dari atas sana, dia dan banyak orang yang mencintai saya sangat kuat. Dia membuat kami mencintai sepak bola dengan cara yang sama sekali berbeda,” kata Messi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!