Rekonstruksi Gaza Jadi Agenda Utama KTT Arab di Arab Saudi
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 21 Februari 2025 | 21:50 WIB
VISI.NEWS | ARABA SAUDI - Para pemimpin negara-negara Arab berkumpul di Arab Saudi pada Jumat (21/2/2025) untuk membahas rencana pemulihan Gaza, yang dimaksudkan sebagai respons terhadap proposal kontroversial Presiden AS Donald Trump.
Trump sebelumnya mengusulkan agar Amerika Serikat mengambil kendali atas wilayah tersebut dan merelokasi sekitar 2,4 juta penduduk Gaza ke Mesir dan Yordania usulan yang memicu reaksi keras dari dunia internasional.
Pertemuan yang dihadiri oleh raja, pangeran, dan presiden dari berbagai negara Arab ini berfokus pada rencana rekonstruksi Gaza, tetapi belum mencapai kesepakatan mengenai siapa yang akan memerintah wilayah tersebut dan bagaimana pendanaan pemulihannya akan dilakukan.
Seorang sumber dari pemerintah Saudi mengatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk menyusun strategi rekonstruksi sebagai tandingan terhadap rencana Trump. Sementara itu, kantor berita resmi Saudi melaporkan bahwa Mesir dan Yordania turut serta dalam pertemuan tersebut, bersama dengan enam negara anggota Dewan Kerjasama Teluk.
Keputusan dari pertemuan ini nantinya akan dibawa ke KTT darurat Liga Arab yang dijadwalkan berlangsung di Mesir pada 4 Maret.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah tiba di Arab Saudi pada Kamis (20/2/2025), sementara Otoritas Palestina juga turut hadir dalam diskusi ini.
Rencana rekonstruksi Gaza yang diajukan oleh Mesir diyakini akan berlangsung dalam tiga tahap selama tiga hingga lima tahun. Tahap pertama berfokus pada pemulihan awal dan pembersihan puing dalam enam bulan.
Tahap kedua melibatkan konferensi internasional guna menggalang dukungan finansial serta pembangunan kembali infrastruktur.
Sementara tahap ketiga mencakup perencanaan kota, rekonstruksi perumahan, serta implementasi solusi politik berbasis konsep dua negara.
Salah satu tantangan terbesar dari rencana Mesir ini adalah pendanaannya, serta pengawasan Gaza pascaperang. Usulan Mesir mengusulkan pembentukan pemerintahan baru yang terdiri dari para pakar dan berada di bawah Otoritas Palestina, tanpa keterlibatan faksi mana pun. Dalam skema ini, Hamas diperkirakan akan menarik diri dari panggung politik di masa mendatang.
Dengan Gaza yang hampir luluh lantak akibat perang berkepanjangan, PBB memperkirakan bahwa biaya rekonstruksi bisa mencapai lebih dari 53 miliar dolar AS. Di tengah dinamika ini, KTT Arab di Riyadh menjadi salah satu pertemuan paling penting dalam beberapa dekade terakhir untuk menentukan masa depan Palestina dan Gaza. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!