Penting! 3 Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026
VISI.NEWS | JAKARTA - Rekayasa lalu lintas mudik Lebaran 2026 kembali menjadi perhatian pemerintah seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Pemerintah bersama kepolisian telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas mudik Lebaran 2026 di sejumlah ruas tol utama guna mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan akan membludak pada periode arus mudik dan arus balik.
Rekayasa lalu lintas mudik Lebaran 2026 tersebut meliputi penerapan sistem one way, contra flow, hingga kebijakan ganjil genap yang akan diberlakukan di sejumlah jalur strategis. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan lalu lintas serta memastikan perjalanan para pemudik dapat berlangsung lebih aman dan lancar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Pemerintah pun telah menyiapkan berbagai strategi agar lonjakan kendaraan dapat dikendalikan dengan baik.
“Puncak arus mudik kalau hitungannya 18 Maret,” ujar Dudy dikutip dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026 Disiapkan Pemerintah
Penerapan rekayasa lalu lintas mudik Lebaran 2026 bertujuan untuk mengurangi kemacetan panjang yang biasanya terjadi di jalur utama Pulau Jawa. Setiap tahun, jutaan kendaraan diperkirakan akan melintasi ruas tol utama seperti Tol Jakarta-Cikampek hingga jalur Tol Trans Jawa.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama kepolisian telah mempersiapkan skema rekayasa lalu lintas mudik Lebaran 2026 sejak jauh hari.
Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tetap nyaman selama perjalanan menuju kampung halaman.
Informasi resmi mengenai arus mudik dapat diakses melalui situs Kementerian Perhubungan, https://www.dephub.go.id.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!