REFLEKSI | Yang Mata Hatinya Jauh dari Ilmu
Fahum la yarji’una, menurut Ibnu Abbas mereka tidak dapat kembali ke jalan hidayah. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ar-Rabi’ ibnu Anas.
Lantas apa yang kita harus lakukan agar hidayah mendekat kepada kita yang bodoh ini, sehingga kita tak masuk dalam golongan yang buta mata hati, tuli, dan buta ?
Mengakui kebodohan diri, merupakan salah satu ungkapan kata hati yang mau mengakui realitas bahwa kita perlu penerang jiwa. Allah sangat menyukai orang-orang yang mau menuntut ilmu, dan mau mengentaskan kebodohannya.
Seperti dalam Surat Al An'am,... dan Kami berikan kepadanya cahaya (ilmu dan hidayah) yang dia berjalan dengan cahaya tersebut ditengah-tengah manusia,.."
Semoga kita selalu dibukakan pintu kesolehan, dari mengakui keberadaan kita sebagai orang yang bodoh ini, lalu Allah tunjukan jalan-jalan kemudahan bagi kita dalam mendapatkan ilmu, dan keberkahannya.
Hanya pada Allah kita memohon pertolongan, dan hanya pada Allah kita meminta, Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!