REFLEKSI | Umat Pembelajar di Nuzulul Qur'an
Jauhi pertentangan dan perbedaan. Dekatkan kesamaan sebagai sebuah ikatan, dan kekuatan.
Dan syaratnya untuk menggapai itu semua, umat Muslim ini harus terus menerus belajar, terus membaca, "Iqro" seperti yang malaikat Jibril amanatkan dan tegaskan kepada Nabi kita, Muhammad SAW.
Ber "Iqro" berarti mau membuka nalar, memakai pikir, dan menyelaraskan pemahamannya, dengan kata hati, jauh dari mengedepankan emosi. Iqro adalah masuk kepada kebutuhan ibadahnya batin, ibadah dalam mencari ilmu, yang harus dibangun dengan menata niat suci kita, yang niat mencari ilmunya itu, semata-mata untuk mencari ridhanya Allah.
Iqro kita berarti, kita mau membuka cakrawala pemahaman, keimanan, dan kebermanfaatan diri, untuk kebaikan umat.
Mari sambut Nuzulul Qur'an yang sebentar lagi akan kita jelang, umat "Pembelajar," adalah umat yang akan menggapai kemenangan hidup di dunia, maupun kemenangan hidup di akhiratnya kelak, tentunya dengan penuh bahagia, dan penuh kemenangan yang gilang gemilang. Bahagia dengan "Iqro," berarti kita bahagia sebagai pribadi Muslim yang selalu memiliki semangat Islam yang kaffah, insyaAllah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!