REFLEKSI | Umat Pembelajar di Nuzulul Qur'an
Umat harus bangkit dengan kesadarannya sendiri, mengejar ketertinggalan, dan harus menjadi umat Muslim yang wajib paling berbahagia.
Walaupun Nabi SAW telah menenggelamkan zaman kejahiliyahan, tapi masih ada umatnya yang berkubang di kejahiliyahan modern sekarang ini, dan itu harus kembali ditengelamkan, dan umat siap menuju Muslim berkeadaban, moderat, dan berkemajuan.
Kita tinggalkan kegelapan perselisihan khilafiyah, menuju, zaman yang terang benderang dalam khilafiyah yang tak harus diperdebatkan, karena semuanya baik...
Perbedaan pandangan dalam Islam harus disikapi sebagai sebuah rahmat, sebagai sebuah kebaikan, yang kita harus syukuri.
Umat kita tidak bisa dipungkiri, telah terbagi dalam golongan dan kelas kelasnya. Seperti halnya di jenjang pendidikan umum yang harus kita ikuti, seperti itulah analoginya kita memahami kondisi umat Islam kita saaat ini.
Biarkan setiap umat belajar untuk mulai cerdas, dan membangun semangat intelektualnya.
Sehingga ia bisa naik ke jenjang level yang lebih tinggi... Lebih baik, lebih perpemahaman, dan mampu menjadi umat yang lebih berkualitas, dan bukan buih.
Semua individu dalam umat ini harus saling bantu, saling memberi paham, dan yang yang tidak paham jangan berbesar kepala seperti yang sudah benar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!