REFLEKSI | Umat Pembelajar di Nuzulul Qur'an
Sebagai pegangan umat pada hal terkait menimba ilmu, surat Al-Alaq di ayat 1 hingga 5, menjadi landasan dasar yang esensial, terkait ;
1. Harus kuatnya keyakinan, bahwa Tuhan yang maha pencipta, membimbing kita dalam memahamkan apa yang ingin kita tahu, dan kunci pembukanya, kesadaran kita untuk ingat, dan menyebut namaNya, ketika kita siap mulai pembelajaran. Hal ini jika dalam ilmu pendidikan, adalah menanamkan rasa percaya diri di awal pembelajaran, dengan di sugesti, Allah siap membantu kita.
2.Menginggatkan manusia kembali pada proses penciptaan, bahwa sebelum menjadi segumpal darah, sperma terpilih, telah melakukan kompetisi luar biasa, untuk memenangkan dirinya, berlomba dengan belasan juta sperma lainnya, agar ia bisa membuahi sel telur, sehingga itu akan terus berproses menjadi janin, dan manusia yang terlahir ke dunia, adalah merupakan manusia pilihan, yang sejak awal dari masa penciptaannya, ia telah menjadi pemenang di alam rahim.
3. Menginggatkan manusia untuk sadar, tiada yang lebih pintar dari Tuhannya yang Maha Mulia, dan itu memerlukan pemahaman di atas kesadaran rata-rata, sehingga tak ada yang disombongkan dari kepintaran yang ia miliki, dan ilmu yang ia dapat harus mampu menjadi ilmu yang mulia yang bermanfaat bagi umat manusia.
4.Mengingatkan manusia, yang mengajarkannya dengan pena (ilmu pengetahuan yang terhimpun) sehingga apa yang sudah ada, bisa dipelajari untuk membuat ilmu semakin tersebar dan berkualitas.
5. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya, merupakan bahasa simbolis, dimana Allah tidak pelit dalam masalah membagikan ilmuNya, ia akan memberi perbendaharaan ilmuNya, pada mereka yang selalu mengingatnya, dan selalu menyebut namaNya, dalam setiap kondisi, dan keadaan. Sehingga lisannya Allah penuhi hikmah.
Dalam sejarah Islam, Nuzulul Qur’an adalah peristiwa pertama kali diturunkannya wahyu Allah SWT berupa Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW...dan itu kita peringati setiap tanggal 17 Ramadan.
Diturunkannya Al Qur'an merupakan babak baru bagi umat Muslim membuka lembaran bab, dari kebodohan menuju Muslim yang cerdas, terdidik, terpelajar, banyak paham, dan Muslim kritis yang tidak bisa di bodohi dan diperdaya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!