REFLEKSI | Tuhan Tak Mungkin Bermain Dadu

ED
Jumat, 2 Mei 2025 | 05:37 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Tuhan Tak Mungkin Bermain Dadu

Oleh Idat Mustari

مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَاۚ وَمَا يُمْسِكْۙ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

"Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, tidak ada yang dapat menahannya. (Demikian pula) apa saja yang ditahan-Nya, tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya. Dialah Yang Mahal Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Fathir :2).

Firman Allah diatas mengingatkan kita, bahwa sesuatu yang ditakdirkan jadi milik kita, meskipun kita sudah anggap tak mungkin, maka ia akan jadi milik kita. Begitu pun sesuatu yang ditakdirnya bukan milik kita, diperjuangkan dengan berbagai cara sekalipun, ia tak akan pernah jadi milik kita.

Sesuatu yang ditakdirkan milik kita tak akan pernah bisa jadi milik orang lain, begitu pun yang ditakdirkan milik orang lain tak akan pernah bisa jadi milik kita.

Namun hal yang paling penting dari itu adalah keimanan bahwa yang ditakdirkan Allah adalah yang terbaik bagi kita. Sebab Allah Maha baik. Einstein berkata Tuhan tidak mungkin bermain dadu. "God is subtle, but he is not malicious."

Allah menciptakan kita tidak sedang dijadikan kelinci percobaan-Nya.  Allah pun menjalankan kita di dunia tidak sedang sambil main-main, melainkan ada tujuan akhir dari segalanya yakni kembali kepada-Nya. Syekh Abdul Qadir al-Jailani berkata,"Hati yang beriman tidak akan bertanya 'mengapa dan bagaimana tentang takdir."

Di hadis Qudsi, Allah Berfirman : "Aku sesuai prasangka hambaku."  Artinya Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan prasangka mereka terhadap diri-Nya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.