REFLEKSI | Taubat Hamba Kegembiraan Tuhan
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
MANUSIA tak ada yang suci. Semua mahluk yang bernama manusia ada dalam kealfaan, dan khilaf, tak terkecuali para Nabi, pun Rasulullah yang sempat ditegur oleh Malaikat, karena ia pernah bermuka masam pada seorang buta yang datang padanya, Abdullah bin Ummi Maktum, saat itu.
Bedanya, manusia biasa ketika berbuat khilaf, dosa, kadang ia lupa untuk segera menyadarinya, sedangkan untuk Nabi, terkhusus Rasulullah, malaikat langsung mengingatkannya.
Dosa-dosa yang dibuat manusia, pada dasarnya, jika terus itu dilakukan, akan membentuk sebuah karakter, disebabkan hatinya yang bertambah keras
Ia akan merasa paling benar. Ia merasa paling utama. Dan pada akhirnya, kejumawaan pun muncul, rasa sombongnya mendominasi.
Dengan demikian, lambat laun, hatinya pun kian membatu. Hatinya gelap.
Itu seperti halnya sebuah batu hitam, dilorong yang gelap, di malam yang pekat...tak terlihat apapun. Dengan begitu, semua potensi baik, sedikitpun tak bisa tembus, dan susah diharapkan muncul.
Setiap perbuatan dosanya, akan seperti debu, yang semakin menumpuk, semakin tebal, dan akhirnya menutupi potensi baik di diri kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!