REFLEKSI | Taubat Hamba Kegembiraan Tuhan
Hal itu tentunya bisa menunjukan bukti, betapa Allah senang manusia yang sebelumnya sebagai pendosa, mau kembali bertobat, mensucikan fitrah dirinya, pada kemuliaan diri yang Allah sukai.
Ini tentunya sebagai sebuah gambaran, jadi contoh terbaik, untuk manusia lainnya, bahwa dengan kecintaan Allah, manusia yang bertobat, bisa menggapai kemuliaan dirinya kembali.
Perhatikan taubatnya Umar bin Khattab, yang sangat terkenal. Perhatikan taubatnya Ibrahim bin Adham, seorang wali besar dari Persia Perhatikan taubatnya Sunan Kalijaga.
Perhatikan juga tauatnya wali besar bernama Uthbatul Ghulam, dimana pada masa mudanya, tidak ada perbuatan maksiat yang tidak pernah ia dilakukan semua perbuatan dosa-dosa besar pernah dilakukan oleh dia....sehingga pada majelisnya Imam Hasan Al Basri ia mendapat hidayah, setelah ia bertanya soal taubatnya apakah Allah terima atau tidak. Uthbah bertanya kepada Imam Hasan Al Basri: “Ya Syekh, Apakah Allah itu mau menerima tobat seorang pendosa seperti saya ini?”.
“Diterima, pintu tobatnya Allah terbuka, selama kau betul-betul minta ampun kepada Allah” jawab Imam Hasan Al Basri.
Mendengar jawaban tersebut Uthbah jatuh pingsan, bangun dari pingsannya Uthbah kembali bertanya kepada Imam Hasan Al Basri, dia masih tidak percaya orang seperti dirinya ketika bertobat masih diterima oleh Allah SWT, karena Uthbah begitu menyadari betapa dosa-dosa yang dia lakukan begitu banyak.
Lalu Imam Hasan Al Basri menjelaskan “Sebesar apapun dosamu kalau kau betul-betul bertaubat kepada Allah SWT maka dosa-dosamu akan di ampuni oleh Allah SWT”.
Seketika Uthbah pingsan kembali, ketika bangun dari pingsannya Uthbah bertanya lagi, dan Imam Hasan Al Basri tetap menjelaskan bahwa diterima tobatnya seseorang yang benar-benar bertobat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!