REFLEKSI | Tanam Kebaikan
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
SERINGKALI kita tak sadar diri, bahwa hidup kita ini sebuah perjalanan yang sudah pasti menuju kembali ke ketiadaan.
Dari tanah kembali ke tanah. Dari tak ada kembali ke asal ketiadaan.
Perhatikan para tetangga kita, teman kita, sanak saudara kita, bahkan ayah atau ibu kita...lalu bagi kita sendiri yang sudah berkeluarga, bisa jadi, kita atau istri kita yang mendahului untuk dipanggil menghadapNya.
Bila saatnya tiba, dan takdir menjadi pemisah kehidupan... Tentunya, kepahitan, dan kesedihan akan datang memaksa kita untuk ikhlas, seikhlas-ikhlasnya merenggut kebahagiaan kita.
Satu persatu semua yang kita kenali, akan meninggalkan mereka yang di cintainya di dunia.
Tak ada manusia yang abadi. Tak ada manusia yang sakti yang bisa melebihi takdir kematian yang sudah tersurat.
Semuanya akan kembali kepadaNya, ke haribaanNya...!
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!