REFLEKSI | Tanam Kebaikan
Maka tak ada kata susah, sulit, dan sukar, selagi kita terus memperbaiki kwalitas diri.
Kualitas diri akan membuka kebaikan bagi kita. Kualitas diri akan menghantarkan kita pada kebahagiaan.
Maka kualitas diri yang baik dari kita, yang di bawa di tengah lingkungan kita hidup bermasyarakat, itulah jejak kebaikan yang akan memberi kwalitas terbaik bagi lingkungan dimana kita berada.
Sebab di sana ada peran dari diri kita, dalam memberi makna-makna pada lingkungan kita, peran yang nantinya akan di contoh oleh masyarakat di mana kita hidup bersama mereka...
Dan jejak hidup kita itulah nanti yang akan di ingat, sehingga walau raga kita telah tak ada, wujud raga badag kita telah menyatu dengan tanah, namun kebaikan, semangat, warisan keluhuran kita untuk lingkungan, baik dilingkup kecil, dalam tataran kehidupan tingkat RT, RW, maupun lingkup yang lebih besar lagi tingkat kabupaten, provinsi dan nasional...
Nama kita ada, masih bergaung, tetap abadi di ingat banyak manusia.
Dan itulah rekam jejak kebaikan kita di dunia, bibit yang kita tanam selama di dunia, akan bersemi, dan kita akan panen hasilnya nanti saat di akhirat.
Hal itulah yang akan memberi kebahagian abadi, kiprah kita berbuat kesalehan dan kebermanfaatan hidup bagi banyak manusia selama di dunia, seperti apa yang Nabi SAW maksud, bahwa manusia terbaik adalah manusia yang paling banyak bermanfaat bagi manusia lainnya... ternyata, kebermanfaatannya kembali sekali lagi pada diri kita kembali.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!