REFLEKSI | Tanam Kebaikan
Lalu saat semua yang kita kenali sudah di panggil Tuhan, apakah kita tak juga tersadar, bahwa kita pun, bagian dari orang-orang yang akan tiada.
Hanya sedikit waktu yang Allah Sisakan untuk memberi kesadaran pada kita, sebagai hambaNya.
Kita harusnya bersyukur, masih diberi Tuhan kesempatan untuk berbuat baik, dan harus meninggalkan jejak kebaikan, yang bisa menjadi bekal di alam akhirat, yang pasti akan kita jelang, dan kita sebenarnya sedang menunggu waktu itu.
Kehidupan bagi yang awas, manusia yang sadar diri, di beri hidup, dan kelebihan dunianya, bukan malah menjadi tempat ajang untuk gagah gagahan, memamerkan kelebihan diri dan anugrah yang dilebihkan Tuhan itu.
Selagi kita di beri kelebihan dalam hal apapun, sebenarnya itu bentuk ujian untuk digunakan pada hal bersifat kebaikan.
Kehidupan bagi yang faham hakekat, adalah tempat kita memperbanyak kebaikan dan amal Soleh yang bermanfaat bagi sesama.
Kebaikan dan semua kebaikan yang kita tebar, merupakan benih yang akan bertumbuh, yang panennya akan kita dapatkan di akhirat kelak.
Yaa, sudah seharusnya, manusia yang menyadari bahwa ada kehidupan lain, setelahnya kehidupan di alam dunia ini kita lalui, maka sifat kehati-hatian meniti kehidupan di dunia ini menjadi pegangan kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!