REFLEKSI | Tak Mau Berniat
Oleh Bambang Melga Suprayogi
BERANGKAT dari Niat, semua pekerjaan yang akan dilakukan oleh kita, bermuasal dari sana. Niat adalah pokok dari segala sesuatu yang terkait dengan maksud. Tidak ada yang datang ujug ujug, tampa di dasari motif.
Niat itu seperti judul dalam sebuah tulisan, itu logikanya ! jika kita terbiasa baca buku atau artikel di koran ! Adakah narasi dalam artikel koran, atau dalam bab awal di buku-buku yang tampa judul?
Pastinya sebuah narasi selalu akan dibarengi judul. Judul sebagai pintu pembuka ke narasi yang akan disajikan.
Billa sebuah artikel tanpa judul, bisa dipastikan 100% tak akan jadi pusat perhatian. Terasa aneh, janggal, dan tak menarik sama sekali orang untuk melihatnya, atau membacanya, sebab sudah terbentuk persepsi, tak layak baca, walau isinya bagus menurut sipenulisnya.
Bantuan pemberian judul, pada narasi, akan menguatkan isi. Akan jelas apa yang dituju, akan kuat dasar dari kita melakukan motif, dan motivasinya.
Sudah benar, jika sebuah perbuatan diawali dengan niat-niat awal dari diri kita, atas apa yang akan kita lakukan ! Pastinya itu akan sesuai nantinya, dengan apa yang akan kita perbuat. Niat itu judul dari perbuatan. Niat itu ketetapan hati atas apa yang akan kita lakukan.
Judul sudah kita buat. Tidak ada yang namanya judul, isinya bertentangan...! Pastilah akan merujuk pada apa yang diniatkan.
Ahli debat dari pihak yang so faham berkata, "Allah sudah pasti tahu, kalaupun tak ada niat yang diucapkan terlebih dahulu!"
Yoo kita cari perumpamaan, permisalannya...
Misalkan dalam sebuah ibadah, secara ujug ujug sebuah ritual dilakukan...ia berpikir itu sah! Pasti diterima ibadahnya, tanpa terhalang ! Pasti diterima ibadahnya, tanpa terbantah !
Ah masa ia bisa semudah itu ? Apa benar ?
Itulah racun pemahaman yang picik ! Itulah kekeblingeran yang sangat nyata dari diri kita.
Coba buka lagi kitab suci kita ! Yang beribadah benar saja dalam wujud fisiknya orang beribadah, dikata Allah mereka orang yang disebutkan lalai ! Lalai ? Ya lupa. Tak ingat. Tak paham. Ada ketidakpahaman, tak pintar memahami maksud. Ada sesuatu yang salah, dan kesalahannya di ulang-ulang, dan kita tak berinisiatif untuk intropeksi diri, atau mencari tahu, kadar perbuatan yang kita lakukan itu, apa sudah benar, ataukah masih belum benar.
Karena pernyataan merasa sudah beriman saja, oleh Tuhannya itu di sangsikan. Perhatikan surat Al Baqarah ayat 8 silahkan buka.
Dan diantara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.
Maksudnya Apa ? Allah ingin menyapa dan mengingatkan mata hati kita ! Ada yang salah dengan apa yang kita, dan kamu lakukan dalam memulai, melaksanakan, dan menyikapi apa hakekat dari maksud ibadah kita.
Pemahaman yang picik itu hadir dari menutup mata hati. Pemahaman yang picik itu hadir dari adanya, bentuk sifat rasa sombong, adanya keegoan diri, sudah jumawa pasti akan mendapat ridhoNya...hmm.
Padahal Tuhannya sedang membiarkannya, dan mengolok olok kita..."kepedean," kita sungguh sangat celaka...semuanya berawal dari niat.
Niat itu seperti kunci pembuka. Tak akan masuk kita pada ruang di dalam, yang dihalangi pintu terkunci. Niat itu seperti stater "on off" sebuah kendaraan, yang akan membuat si kendaraan hidup dan bisa berjalan melaju. Niat itu seperti keran air yang dibukakan, sehingga air deras bisa kita dapatkan.
Kita selalu teracuni pemahaman picik. Hanya untuk membuat hati kita jadi halus saja kita tidak mau. Niat adalah kehalusan hati itu. Niat adalah sebuah kelembutan. Niat adalah sentuhan awal, yang akan membawa kita pada pelukanNya.
Yaa, bagi kalian yang tak mau gayung bersambut, lakukan apa sesuka hatimu Ketika diberi paham dan kalian merasa benar, dan tak mau menyelami berintrospeksi... Berarti apa yang ditulis ini tak kalian pahami maksudnya... Bila Allah saja sudah memperolok olok dirimu, berarti ada setan, yang sudah memenangkan perangnya, yang sudah membuatmu keblinger so benar, yang tak mau, dirimu menjadi manusia pembelajar !! Hmm...***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!