REFLEKSI | Spiritual Akal Sehat
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn
SPIRITUAL keagamaan kita berpijak pada keislaman, ketauhidan, dan kemaslahatan untuk umat, serta menunjukan kebermanfaatan diri kita untuk dirasakan orang lain, dengan tetap membangun kejuhudan personal, keikhlasan dalam membantu, berpikir yang membangun kesadaran pada sesama, dengan memunculkan spirit dan dorongan kesadaran baru bagi orang lain.
Dimana pendapat, saran, pandangan kita, dirasa sangat orang lain butuhkan, dan apa yang menjadi hujjah kita, mampu menyadarkan manusia dari kejumudan berpikirnya, yang menyebabkan bertemunya ia dengan kita, bisa membuka cakrawala keimanan yang sehat, dan paradigma baru dalam berkeyakinannya, mengalami pergeseran kualitas iman menjadi lebih baik, jauh dari kesesatan, jauh dari pembelokan akidah.
Inilah jenis spiritual sehat, yang membangun kesadaran berpikir, kesadaran dalam bertauhid yang lebih berkualitas...yang dapat membangun kepribadian muslim yang hebat kedepannya.
Mengapa spiritual akal sehat ini dikedepankan ?
Manusia yang berpikiran sempit, picik, dan kurang pengalaman, serta berpemahaman, sangat mudah sekali dipengaruhi, dan dibelokkan akidahnya, tercuci otaknya, tak kala ia bertemu pengiat spiritual dalam tanda petik, paranormal, dukun, atau pengiat klenik. Apalagi jika pengiat klenik ini sudah berbaju gamis, atau tampil bak Gus-gus, bak kiai, dalam wujud tampilannya dengan memakai jubah ulama, yang terlihat keagamisannya yang menyilaukan dan tampak kharismatik.
Kita jangan silau dan tertipu oleh itu !
Yaa bisa jadi mereka 3 macam orang yang disebutkan di atas itu, memang memiliki kemampuan bathin tinggi, memiliki kepekaan firasat, mereka bisa menerka, menerawang kita, bahkan tau rahasia-rahasia kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!