REFLEKSI | Satu Jamaah NU Bermutu, Lebih Berharga dari Lautan Hampa
Oleh Dien At-Tasiki
Perjuangan selalu identik dengan kebersamaan, dengan barisan yang tampak ramai dan penuh semangat.
Namun sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa yang menentukan arah bukanlah banyaknya jumlah, melainkan kualitas jiwa yang menggerakkan.
Keramaian bisa saja menimbulkan kesan kekuatan, tetapi tanpa ruh pengabdian, keramaian hanyalah keramaian.
Khidmah An-Nahdliyah adalah kata kunci yang lahir dari keikhlasan, dibesarkan oleh kesabaran, dan dikuatkan oleh pengorbanan.
Tanpa khidmah, perjuangan kehilangan ruh, dan tanpa ruh, perjuangan hanya menjadi panggung keramaian yang cepat redup.
Karena itu, keberadaan satu kader yang berkhidmah dengan penuh kesadaran menjadi lebih bernilai daripada lautan massa yang hadir tanpa jiwa.
Kyai Wahab Chasbullah pun menekankan pentingnya kader yang tahan banting dalam perjuangan. Baginya, keberanian melangkah dan konsistensi lebih utama daripada keramaian tanpa arah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!