REFLEKSI | Satu Jamaah NU Bermutu, Lebih Berharga dari Lautan Hampa

ED
Senin, 15 September 2025 | 06:21 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Satu Jamaah NU Bermutu, Lebih Berharga dari Lautan Hampa

Oleh Dien At-Tasiki

Perjuangan selalu identik dengan kebersamaan, dengan barisan yang tampak ramai dan penuh semangat.

Namun sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa yang menentukan arah bukanlah banyaknya jumlah, melainkan kualitas jiwa yang menggerakkan.

Keramaian bisa saja menimbulkan kesan kekuatan, tetapi tanpa ruh pengabdian, keramaian hanyalah keramaian.

Khidmah An-Nahdliyah adalah kata kunci yang lahir dari keikhlasan, dibesarkan oleh kesabaran, dan dikuatkan oleh pengorbanan.

Tanpa khidmah, perjuangan kehilangan ruh, dan tanpa ruh, perjuangan hanya menjadi panggung keramaian yang cepat redup.

Karena itu, keberadaan satu kader yang berkhidmah dengan penuh kesadaran menjadi lebih bernilai daripada lautan massa yang hadir tanpa jiwa.

Kyai Wahab Chasbullah pun menekankan pentingnya kader yang tahan banting dalam perjuangan. Baginya, keberanian melangkah dan konsistensi lebih utama daripada keramaian tanpa arah.

Sebab, sebagaimana sering beliau tegaskan : “NU adalah jam‘iyyah yang berdiri di atas perjuangan, bukan sekadar perkumpulan massa.”

Refleksi ini mengingatkan kita agar tidak terjebak pada ilusi jumlah. Jumlah memang penting, tetapi bukan segalanya.

Sejarah para nabi, sahabat, hingga para ulama NU mengajarkan bahwa kualitas iman, pengabdian, dan khidmah satu orang bisa mengguncang sejarah dan menyalakan obor peradaban.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.