REFLEKSI | Pilar Kekuatan Islam yang Hilang

ED
Selasa, 26 April 2022 | 07:30 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Pilar Kekuatan Islam yang Hilang

Al Qur'an surat Al Maidah ayat 8 ; "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Dalam suatu pertempuran antara pasukan Muslim dan kaum Kafir Quraisy, di salah satu peperangan Khandaq, Amr bin Abd Wad al-Amiri, dedengkot musyrikin Quraisy yang sangat ditakuti, mengajak duel para sahabat Nabi, para sahabat yang tahu akan kehebatan Arm bin Abd Wad ini, mereka ciut nyalinya.

Sehingga Nabi bertanya kepada para sahabat lainnya, tentang siapa yang akan bisa memenuhi tantangannya itu. Para sahabat terlihat gentar, tak ada yang menyahut, nyali mereka mendadak hilang, dan surut.

Dalam situasi yang sangat mendesak, tampilah Sayyidina Ali bin Abi Thalib maju, menyanggupi ajakan duel Amr bin Abd Wad itu.

Melihat Ali yang masih terlalu muda, Nabi lantas mengulangi tawarannya kepada para sahabat lainnya. Hingga tiga kali, dan tak ada satupun yang berani mengajukan diri. Dan memang hanya Ali lah yang menyatakan siap berani melawan jawara Quraisy tersebut, Amr bin Abd Wad menanggapinya dengan tertawa mengejek. Namun faktanya, selama pertarungan duel hidup dan mati itu, nasib mujur ada di tangan Ali bin Abi Thalib.

Duel maut, perang tanding antara Ali bin Abi Thalib, dengan salah satu musuh Islam ini, sangatlah menentukan, dan berpengaruh dalam pembentukan jiwa kesatria pejuang Islam berikutnya, yang mengambil inspirasi dari kejadian ini.

Dalam peristiwa yang heroik untuk para kesatria Allah, ketika musuh telah terjatuh, pilihan dalam menghabisi lawan adalah karena Allah atau karena nafsu...dan hal ini yang melandasi Ali, sehingga ia berpikir adil, tidak sampai mempertaruhkan hawa nafsu nya untuk membunuh musuh yang telah terjatuh itu.

Saat Ali hendak memenggal Arm bin Abd Wad, orang tersebut meludahi Sayidina Ali, sehingga Ali yang awalnya siap membunuh musuhnya tersebut, tebasan pedangnya itu ia urungkan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.