REFLEKSI | Pikiran
Bagi yang paham, level Iqro yang Allah tuntut itu, harus sampai pada jenjang Iqro yang mampu membuat si manusia, atau umat ini berpikir secara kritis, maka hasil dari olah membacanya itu, akan menghasilkan proses cerna dari berpikir mendalam, aktual, dan solutif, serta memberi celah mampu mewarnai kehidupan manusia pada periodenya.
Pikiran, sebagai hasil olah mental, yang dihasilkan dari kita melakukan aktivitas melihat, mencermati, membaca, mendalami, merenungkan, mencari jawaban dan menemukan solusi, lalu memberi sentuhan inovasi, merupakan wujud bahwa kita seperti harapan yang Nabi SAW inginkan, mampu menjadi manusia terbaik yang bisa bermanfaat bagi manusia lainnya.
Bermanfaatnya hasil pikiran kita dalam bentuk apapun, seperti yang telah para pemikir besar Islam perbuat, ilmuwan-ilmuwan Islam lakukan, tentunya mampu juga meningkatkan baik itu status si manusianya itu sendiri, reputasi baiknya, juga meningkatkan sisi ekonomi, membuat masyarakat terbantu pemahamannya, yang nantinya akan membuka paradigma baru dalam menjalani kehidupan kedepan, yang lebih baik.
Maka berpikir dan bercita-cita besarlah untuk bisa selalu bermanfaat dan berguna bagi kemanusiaan, Soekarno berkata, "Bercita-citalah setinggi langit karena jika kamu terjatuh maka kamu terjatuh di antara bintang-bintang " -Ir.Soekarno.
Yaa, berpikir besar, merupakan puncak dari eksistensi manusia yang nantinya memiliki nama besar.
Maka ketika kita sedari awal, sekarang, bercita-cita untuk menjadi seseorang yang memiliki nama besar suatu saat kelak, maka wajib bagi kita memiliki semangatnya manusia yang menjadi idola atau yang dijadikan contoh, refrensi bagi kita itu...siapapun contoh yang kita Panuti, ia telah melampaui proses panjang membesarkan namanya, sehingga namanya harum, besar, dan reputasinya dikenali dunia. Insyaallah.
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!