IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Pikiran

ED
Rabu, 28 September 2022 | 06:30 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Pikiran

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

PIKIRAN, atau hasil olah proses mental, merupakan kekayaan batin yang harus terus diolah, harus terus dilakukan, dan sering dipergunakan, dan diberdayakan.

Manusia sebagai mahluk berpikir, merupakan anugrah terbesar yang Allah berikan, dan titipkan itu, untuk menjadi sarana yang mampu menguatkan, dan membesarkan eksistensi manusia itu sendiri, dengan apa yang ia hasilkan dari capaian-capaian pikirannya.

Tidak ada satupun manusia yang dikarunia Allah memiliki nama besar yang oleh manusia lain kenali, yang tidak melakukan proses berpikir besar.

Dan proses berpikir besar itulah yang akhirnya membuat manusia dengan potensi pikirnya, akan menghantarkan ia pada puncak reputasi dan keharuman namanya.

Maka wajar Al Qur'an mengingatkan manusia untuk berpikir, menantang, dan membuktikan kekuatan pikirannya, baik kepada manusia, atau kalangan makhluk lainnya, jin, dan setan.

Itu sebagai salah satu cara Allah membuat manusia, selalu berpikir kritis, aktual, inovatif, dan produktif.

Maka diawali dari "Iqro," sebagai ayat pembuka pikiran, membuka kecerdasan, membuka pemahaman, manusia diminta oleh Allah agar mampu membaca !

Bagi yang paham, level Iqro yang Allah tuntut itu, harus sampai pada jenjang Iqro yang mampu membuat si manusia, atau umat ini berpikir secara kritis, maka hasil dari olah membacanya itu, akan menghasilkan proses cerna dari berpikir mendalam, aktual, dan solutif, serta memberi celah mampu mewarnai kehidupan manusia pada periodenya.

Pikiran, sebagai hasil olah mental, yang dihasilkan dari kita melakukan aktivitas melihat, mencermati, membaca, mendalami, merenungkan, mencari jawaban dan menemukan solusi, lalu memberi sentuhan inovasi, merupakan wujud bahwa kita seperti harapan yang Nabi SAW inginkan, mampu menjadi manusia terbaik yang bisa bermanfaat bagi manusia lainnya.

Bermanfaatnya hasil pikiran kita dalam bentuk apapun, seperti yang telah para pemikir besar Islam perbuat, ilmuwan-ilmuwan Islam lakukan, tentunya mampu juga meningkatkan baik itu status si manusianya itu sendiri, reputasi baiknya, juga meningkatkan sisi ekonomi, membuat masyarakat terbantu pemahamannya, yang nantinya akan membuka paradigma baru dalam menjalani kehidupan kedepan, yang lebih baik.

Maka berpikir dan bercita-cita besarlah untuk bisa selalu bermanfaat dan berguna bagi kemanusiaan, Soekarno berkata, "Bercita-citalah setinggi langit karena jika kamu terjatuh maka kamu terjatuh di antara bintang-bintang " -Ir.Soekarno.

Yaa, berpikir besar, merupakan puncak dari eksistensi manusia yang nantinya memiliki nama besar.

Maka ketika kita sedari awal, sekarang, bercita-cita untuk menjadi seseorang yang memiliki nama besar suatu saat kelak, maka wajib bagi kita memiliki semangatnya manusia yang menjadi idola atau yang dijadikan contoh, refrensi bagi kita itu...siapapun contoh yang kita Panuti, ia telah melampaui proses panjang membesarkan namanya, sehingga namanya harum, besar, dan reputasinya dikenali dunia. Insyaallah.

Alhamdulillah.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.