REFLEKSI | Pikiran Buruk

ED
Jumat, 26 Mei 2023 | 05:04 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Pikiran Buruk

Sang penasehat yang telah memakan banyak bawang itu lalu mendekati raja dan menutupi mulutnya sendiri karena khawatir aroma mulutnya akan mengganggu sang raja.

Melihat orang itu menutupi mulutnya, raja pun berkesimpulan bahwa orang ini sedang bermaksud untuk menghina dirinya.

Sang raja lalu menulis surat dan memberikannya pada orang itu. “Bawalah surat ini kepada salah seorang menteriku,” ucap raja, “Niscaya ia akan memberimu hadiah".

Sebetulnya surat yang ditulis raja ini bukanlah surat utuk pemberian hadiah. Raja sangat tersinggung, karena itu ia menulis dalam surat itu, “Hai menteriku, jika engkau bertemu dengan orang yang membawa surat ini, penggallah kepalanya. Kemudian bawalah kepala orang ini ke hadapanku".

Pergilah si pemberi nasehat itu dari istana. Di pintu ke luar, ia bertemu dengan temannya yang jahat itu. Temannya yang jahat itu bertanya “Apa yang dilakukan baginda kepadamu?”

“Raja menjanjikanku hadiah dari salah seorang menterinya,” ujar si penasehat sambil memperlihatkan surat dari raja. “Kalau begitu biar aku yang membawanya,” kata temannya itu.

Akhirnya, temannya yang berpikiran buruk, itulah yang celaka dan mendapat hukuman mati.

Pesan moral dari kisah itu adalah bahwa jangan pernah punya pikiran buruk, akal busuk bermaksud mencelakakan orang lain, sebab keburukan itu akan kembali pada diri sendiri.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.