REFLEKSI | Perilaku Baik
Namun ular tersebut ingkar janji. Ia tak mau keluar dari mulut Fulan. Ular justru mengancam si Fulan.
“Tinggal pilih saja, kau mau yang mana? Hatimu yang aku lubangi atau limpamu yang ingin dihancurkan?” Ancam ular.
Sikap ular tersebut membuat Fulan kaget. Ia tak percaya hewan yang sudah ditolong malah akan membunuhnya. Air susu dibalas air tuba.
“Apakah engkau lupa bagaimana aku dulu mengeluarkan leluhurmu dari surga? Apa alasanmu mau berbuat baik kepada makhluk yang memang tidak bisa berbuat baik?” Kata ular yang ternyata adalah Iblis.
Fulan pun sadar, ular itu akan membunuhnya dan tak ada jalan lain untuk tetap hidup. Ia hanya pasrah, seolah sudah berada di depan gerbang kematian.
Namun sebelum si ular benar-benar membunuhnya, Fulan meminta satu hal untuk dilakukan, yakni diberikan kesempatan membuat lubang di sebelah gunung untuk mengubur jasadnya.
Permintaan itu kemudian disetujui ular. Namun sebelum mendekati gunung, Fulan berdoa kepada Allah, “Ya Allah selamatkan aku dari ular yang ada di perutku ini”.
Di tengah perjalanan, Fulan bertemu dengan seorang laki-laki tua. Namun, ada “keanehan” pada lelaki itu. Terlihat pakaian dan wajahnya bercahaya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!