REFLEKSI | Nasihat Lukman pada Anaknya
Tidak dianggap sombong jika tidak menjawab WhatsApp dari orang lain karena saking sibuknya jadi lupa, sakit seperti stroke hingga tak bisa menggerakan jemarinya, atau habis kuotanya dan atau isi WhatsAppnya tidak membutuhkan jawaban dan atau alasan-alasan lainnya yang dibenarkan.
Dianggap sombong jika tidak menjawab WhatsApp karena menganggap orang yang menghubunginya memiliki derajat yang lebih rendah dibandingkan dirinya. Tentu saja hanya dirinya dan Allah yang tahu sombong atau tidaknya, bukan orang lain.
Jika kita menghubungi seseorang via WhatsApp tak perlu kecewa apalagi menyalahkannya, sebab yang salah adalah kita. Salah karena terlalu berharap pada orang lain.
Sebenarnya siapapun boleh dan punya hak untuk tidak menjawab WhatsApp orang lain, asal bukan karena kesombongan dan keangkuhan diri.
Pokoknya jangan sombong dan angkuh pada orang lain karena merasa diri lebih kuat, lebih hebat, lebih punya kedudukan hingga menganggap kecil orang lain, sebab satu saat orang yang dianggap kecil itu bisa berharap kepada Tuhan agar orang yang sombong itu jatuh.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!