REFLEKSI | Nasihat itu Asupan Gizi yang Baik
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
SEGOLONGAN manusia atau beberapa diantaranya, bisa jadi kita juga, sangat membutuhkan adanya nasihat. Nasihat adalah pesan yang berisi nilai-nilai kebaikan, yang didalamnya mengandung petunjuk dan anjuran pada sesuatu yang merujuk pada nilai-nilai keluhuran budi, penguatan budi pekerti kita, dan juga pegangan untuk mendapatkan jalan ke luar, yang bisa memastikan kita agar bisa selamat dalam menjalani hidup, sehingga bisa menjadi manusia yang mendapatkan kebahagiaan, dan selamat hidupnya, baik di dunia maupun akhiratnya.
Nasihat dari seseorang yang bijak, wara, juga berisi kisi-kisi jawaban, terhadap semua persoalan, kegelisahan, kecemasan yang kita alami, dan menuntut kita bisa mengatasinya.
Sehingga semua persoalan yang ada, dan datang kepada kita, disaat kita tak mampu mengatasi dan mendapatkan jalan keluarnya, ada sesungguhnya manusia lain, yang Allah hadirkan untuk membantu kita, dengan ia memberi Nasihat kebaikannya kepada kita.
Dan nasihat baik itu, merupakan pegangan bagi kita, terhadap apa yang harus kita sikapi, baik sebagai jalan keluar, yang meneguhkan kita disaat kita di uji Tuhan, maupun sebagai penguat hati, agar kita kuat, tegar, dan siap menghadapi tantangan yang kita hadapi, apapun itu bentuknya
Mereka orang-orang yang Allah perjalankan dengan pengajaranNya, dan digebleng pemahamannya dari perbendaharaan cahaya ilmunya Allah, merupakan manusia pemilik kunci hikmah, yang memiliki peta untuk menunjukan jalan-jalan terbaik yang bisa kita dapatkan, sebagai jalan keluar bagi kita yang mau menerima nasihat nya.
Yang dengan itu, terbukalah seluruh pandangan kita, yang semula gelap, buntu, tak tahu jalan keluar, lalu dengan adanya petunjuk, nasihat yang berarti tersebut, kita lantas bisa menyikapi diri kita, dan hidup kita menjadi lebih siap, lebih mampu, dan lebih kuat menghadapi tantangan, ujian, yang selama kita ada di dunia, hidup kita ini tak lepas, selalu dalam ujian Allah, disadari maupun tidak kita sadari.
Lihatlah hikmah dari nasihat Luqman pada putranya!. Itu adalah gambaran yang Allah nukilkan dalam Al Qur'an, sebagai sebaik-baiknya nasihat dari manusia berilmu, penuh pengalaman, manusia beriman, yang Allah cahaya'i pemikirannya, sehingga apa yang keluar dari bibirnya, adalah hikmah Allah yang mencahayai manusia lainnya, dan tak hanya anaknya yang mendapat manfaat dari nasihatnya Luqman yang telah berusia ribuan tahun itu, tapi juga, manusia setelahnya pun mengambil pembelajaran dan manfaat, dari nasihat Luqman ini, subhanallah.
Apa yang Luqman nasihatkan pada putranya ?
Allah secara khusus menyebut nama Luqman dalam Al-Qur’an, ia manusia yang diabadikan namanya dalam kitab suci kita, Al Qur'an. Luqman adalah seorang saleh yang hidup se zaman dengan Nabi Daud as. Luqman digelari Al-Hakim karena Allah menganugerahinya hikmah, yaitu kemampuan untuk mendapatkan ilmu, memahami, dan mengamalkannya.
Al-Qur’an menggambarkan Luqman Al-Hakim sebagai seorang ayah yang bijaksana, lemah lembut, dan faham pada apa yang harus menjadi pegangan kuat untuk bekal putranya dalam menjalani hidup, sehingga dengan itu, putranya tak akan tergelincir pada kehidupan dunia.
Nasihat-nasihat beliau kepada anaknya diabadikan dalam QS. Luqman : 13-19. Secara umum, bagian ayat ini berisi tentang ajaran tauhid, syariat, etika dan estetika. Nasihat ini merupakan bentuk tindakan preventif Luqman al-Hakim terhadap anaknya agar tidak tersesat dari ajaran Allah. Berikut ini lima nasihat Luqman kepada anaknya:
1. Jauhi dan Jangan Menyekutukan Allah Jangan melakukan perbuatan syirik menyekutukan Allah Swt. karena syirik adalah dosa besar, yang tak terampuni. Nasihat ini secara implisit mengajarkan kepada putranya untuk senantiasa mengesakan Allah, kapan dan di mana saja ia berada. Kepada putranya, Luqman mengajarkan tauhid yang kokoh agar dapat mengarungi kehidupan di dunia.
Nasihat Luqman al-Hakim di atas Allah abadikan dalam Firman-Nya:
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ ١٣ Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya,”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman : 13)
2. Harus Taat Pada Orang Tua. Nasihat berikutnya pada QS. Luqman : 15 Allah memberikan catatan atau rambu-rambu terkait ketaatan kepada kedua orang tua. Catatan tersebut mengindikasikan bahwa selama keduanya tidak memaksa untuk mengucapkan atau melakukan tindakan menyekutukan Allah, maka seorang anak harus menaati keduanya. Adapun orang tua yang beragama selain Islam, keduanya juga harus tetap dihormati sebagaimana mestinya.
3. Jangan Berusaha Menyembunyikan Sesuatu Dari Allah. Selanjutnya (QS. Luqman : 16), Luqman al-Hakim menjelaskan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu di alam semesta termasuk apa saja yang dilakukan manusia. Oleh karenanya, manusia harus berbuat baik kepada manusia lainnya ataupun alam sekitar sekecil apapun itu. Kelak Allah akan membalas segala perbuatan baik dan buruk meskipun hanya sebesar biji sawi.
4. Selalu Dirikan Sholat. QS5. . Luqman : 17-19), Luqman al-Hakim memerintahkan anaknya untuk menjaga shalat, menyerukan kebaikan, mencegah keburukan dan bersabar. Karena itu semua merupakan ekspresi dari keimanan dan ketauhidan. Apalah arti keimanan seseorang jika tidak dibarengi oleh ketaatan. Ia juga berpesan kepada anak-anaknya agar bersifat tawadhu’ dan tidak sombong, sebab kesombongan dapat mengantarkan manusia kepada kebinasaan dan kehinaan.
Salat menjadi tiang agama, pondasi pertama dalam ajaran Islam. Perlu diingat juga bahwa salat menjadi amalan yang akan dihisab pertama kali oleh Allah di akhirat kelak.
Nasihat Luqman pada putranya tersebut diharapkan bisa menghindarkan kemungkaran dan mendekatkan pada hal-hal kebaikan. “Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” - (QS Luqman ayat 17)
5. Jangan Berlaku Sombong Setiap manusia diciptakan untuk menyembah Allah dan setiap manusia itu sama di mata Allah, tidak ada yang istimewa, dan berbeda, dan yang beriman dan bertaqwa lah yang memiliki nilai lebihnya, sehingga hendaklah setiap manusia jangan berlaku berlebihan dan merasa sombong, atau angkuh, karena kita hanyalah makhluk kecil saja di mata sang Pencipta.
Ajaran ini juga ditanamkan oleh Luqman kepada putranya. Nasihat tersebut dimaksud agar putranya jangan terlalu membanggakan diri, menjadi sombong, lupa daratan, karena sesungguhnya Allah tidak akan melimpahkan kasih sayangnya kepada orang sombong.
“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” - (QS Luqman ayat 18)
Dari lima Nasihat Luqman pada putranya, cukup itu menjadi pegangan yang sama yang harus kita dengarkan dan ikuti. Nasihat bisa menyelamatkan kita dari keburukan perangai yang bisa kita perbuat, andai kita hanya mengandalkan ego dan tak mau mendengar.
Nasehat adalah asupan yang baik bagi terbentuknya ahlaq dan pemahaman pada diri kita. Untuk itu carilah orang yang tepat dan Soleh ketika kita galau, dalam kecemasan, dan kebimbangan. Pada mereka orang-orang Soleh pilihan Allah itu, kunci pintu Hikmah di bukakan, merekalah pemilik peta jalan keluar dari kerumitan yang kita hadapi. Laksana Luqman, mereka akan menginggatkan kita yang perlu advis, untuk mendapatkan jalan keluarnya, dan menjadikan kita lebih beiman dan bertaqwa kembali kepada Allah. Alhamdulilah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!