REFLEKSI | Nasehat
Oleh Idat Mustari
DI SAAT dirimu suka mengirim-menyampaikan nasehat, jika ada orang yang berkata atau berkomentar, ”Seperti sudah jadi orang baik saja, kirim-kirim tulisan yang berisi nasehat".
Maka katakanlah kepadanya,”Saat aku menulis-mengirim tulisan yang berisi nasehat, jangan anggap karena aku berharap jadi sosok teladan atau panutan melainkan karena aku berharap orang lain jadi lebih baik dari diriku".
Nasehat itu ibadah selama dilakukannya karena Allah. Tentu tak seorang pun tahu seseorang melakukan kebaikan karena Allah atau tidak. Begitupun tak boleh kita berhenti berbuat kebaikan hanya karena gunjingan manusia.
Orang yang pecaya diri itu bukan orang yang berharap orang lain menyukainya namun ia tidak apa-apa jika orang lain tidak menyukainya.
Teruslah berbuat kebaikan dengan banyak ragam dan cara dan jangan pernah meremehkan sebuah kebaikan, sebab boleh jadi kebaikan yang dianggap remeh, itulah yang membawa seseorang masuk surga.
Sekali lagi nasehat itu cinta, bukan untuk menunjukkan kita lebih baik dari orang lain.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!