REFLEKSI | Nama Baik
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
TERKADANG kita lupa, kita memiliki nama yang harus kita jaga reputasinya. Menjaga nama baik kita sama dengan kita berjihad melawan nafsu yang kerap kali hadir, dan ingin menenggelamkan kita dalam kubangan lumpur dosa yang akan membuat kita kotor, dan penuh bau tak sedap.
Yaa, Nabi SAW berujar, melawan hawa nafsu diri sendiri, lebih berat dibanding perang apapun yang telah dimenangkan para sahabat, dan dianggap itu adalah perang kecil, oleh Nabi.
Oleh karena itu, ketika Rasulullah SAW kembali dari suatu peperangan beliau bersabda. "Kita kembali dari jihad yang kecil menuju jihad besar."
Rasulullah SAW bersabda: "Musuhmu yang paling besar adalah nafsumu sendiri yang berada di antara dua lambungmu."
Menjaga nama baik diri adalah menjaga nafsu kita agar bisa terus kita perangi, dan kita selalu memenangkan peperangan tak berkesudahan itu.
Ada saja jalannya nafsu, mencari celah kelengahan kita, untuk menghancurkan nama baik kita, dengan perbuatan yang dilakukan oleh kitanya sendiri, tanpa kita sadari hal tersebut, atau memang kita sadar hal itu.
Kebodohan-kebodohan diri kadang muncul spontan begitu saja, ketika ada kesempatan yang melupakan kita harus menjaga nama baik kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!