REFLEKSI | Nama Baik
Di uji karakter mentalnya, apakah akan berubah ketika ada masalah, atau ia mempunyai prinsip yang tak akan goyah mempertahankan kebenarannya.
Di uji kesetiaan perkawanannya, saat butuh kawan yang ia perlukan, ia kejar tak kenal waktu, saat sudah jadi orang besar, kawan yang setia ia tinggalkan.
Di uji harta, tahta, dan wanita, ketika kita sudah seperti magnet, dimana kemudahan sudah seperti tersedot kekuatan magnet diri kita, dan itu semua datang tak diundang, sebagai sebuah godaan besar yang akan menjerumuskan kita, jika kita lengah.
Maka kita di tuntut untuk selalu tersadar ! Kedirian kita harus selalu menundukkan hati kita. Hadirkan bahwa kita mahluk yang penuh dosa, dan banyak khilaf, Sehingga yang terbangun adalah, berkeharusan selalu beristighfar, menginggat sang kuasa, maha pencipta kita.
Menjaga nama baik kita, dari setiap wilayah lingkungan yang kita masuki itu merupakan jihad terbaik kita !
Bisa dari lingkungan keluarga kecil kita, keluarga besar kita, lingkungan kita kerja, lingkungan kita berorganisasi, lingkungan kita bermasyarakat, lingkungan kita bernegara, dan berbangsa, nama baik kita terus dipertaruhkan nama baiknya.
Jihad terbesar dan terakbar kita yang terus kita gaungkan. Adalah menjaga nama baik itu !
Merusak nama baik kita, adalah potensi kehancuran diri kita sendiri !
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!