REFLEKSI | Mukjizat Al Qur'an
Hingga terus, mukjizat itu hidup, mukjizat itu nyata, karena sesungguhnya, kitalah yang menjadi duta Al-Qur'an.
Di mana orang lain melihat kita itu sebagai bagian tak terpisahkan dari Qur'an yang berjalan. Subhanallah.
Insyaallah, semoga kita dibisakan Allah, untuk mampu seperti teladan kita Nabi, maupun sahabat, dan para Aulia Allah taala, untuk menyusul, sama seperti mereka, sebagai sosok Al Qur'an berjalan...amin.
Al Qur'an menjaga kita dari segala keburukan, Al Qur'an mencahayai kita dalam kegelapan.
Menyatunya Al Qur'an dengan kita, lebur dalam diri kita, menjadi sebuah kesatuan, sehingga tak terpisahkan, menyebabkan, mukjizat itu akan semakin menguat pada kita sendiri, sehingga otomatis, sel-sel tubuh kita, darah kental kita, membawa asmaNya, dan tercahayailah kita denganNya.
Para penghafal Al-Qur'an, pemegang mukjizat itu, Allah jamin mereka, tak akan rusak raganya sampai kiamat.
Adapun pada saat kematiannya, Al-Qur'an menjadi teman yang menemani alam kuburnya, sampai datangnya yaum al hisab....kita diselamatkan Allah, karena Al Qur'an sudah jadi bagian yang menyatu dengan diri, subhanallah!!
Sahabat, Al Qur'an itu harusnya dipahami kita secara benar, digunakan dengan sebaik mungkin. di manfaatkan seperti halnya ladang, untuk kita tuai hasilnya berkali kali sampai akhir hidup kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!