REFLEKSI | Merendahkan Diri

ED
Senin, 7 Februari 2022 | 07:00 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Merendahkan Diri

Oleh Bambang Melga Suprayogi M.Sn.

MANUSIA mulia adalah manusia yang memahami tujuan dirinya diciptakan oleh Allah. Untuk apa ? Untuk beribadah padaNya, dong!

Beribadah seperti apa ? Beribadah dalam setiap amal perbuatannya yang ia lakukan selama ia hidup di dunia.

Baca juga

REFLEKSI | Kebaikan Itu Kemenangan REFLEKSI | Hidupkan Nurani REFLEKSI | “Manual Book” Tuhan REFLEKSI | Mau Mendengar

Kata ibadah, itu pengertiannya tak sempit, konteks dalam pemahaman yang sangat luas, sehingga semua unsur dari apa yang kita bisa lakukan, semenjak dari kita bangun tidur sampai kita tidur kembali, adalah rangkaian ibadahnya itu sendiri...!!

Bahkan tidurnya itu sendiripun, merupakan bentuk ibadah diri kita. Subhanallah.

Merendahkan diri tak sombong itu, merupakan ciri dari mahluk yang tahu diri. Mahluk yang tahu diri adalah tipikal manusia yang mengenal hakekat dirinya yang terikat pada adab, norma, dan pola perilaku kesantunan, yang tahu batas bahwa sekecil apapun timbulnya rasa sombong itu, merupakan pemicu dari terbakarnya kemulyaan diri dihadapan Tuhannya.

Merendahkan diri adalah salah satu cara kita menaikan tangga ketaqwaan kita kepadaNya. Tak banyak yang  mau melakukan hal ini, utamanya mereka yang masih menyelipkan rasa ego dalam hatinya.

Sehingga untuk para manusia sejati, bersembunyi dari tempat yang terang, untuk tak memunculkan dirinya kepermukaan, adalah suatu jalan  tol yang lurus, yang tak bisa dibantah...yang akan mengantarkan ia, ke kehadiratanNya, dengan kecepatan cahaya yang sangat spektakuler daya untuk menjangkau Ia yang maha Daya tersebut.

Maka pantas para manusia sejati, para insan Kamil, selalu menyibukan dirinya di kesunyian, tak silau penghormatan, tak silau pengagungan, karena bagi mereka, penghormatan, dan pengagungan, sesungguhnya hanya milik dia sang maha agung itu sendiri.

Jadi apa yang pantas kita perbuatan menyikapi kata,"merendahkan diri ini?"

Artinya.... Jadikan diri kita manusia biasa, seperti umumnya, manusia dengan sifat kemanusiannya, yang selalu tau diri, dan tahu menempatkan dirinya.... Alhamdulillah. ***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.