REFLEKSI | Mengikis Kebodohan
Semua kebodohan itu, bisa dihilangkan oleh Allah dengan praktek ibadah yang menunjukan semua hamba, adalah sama dimata Allah, yakni setara.
Dan itu tergambar dalam gerakan gerakan ibadah kita, sehingga dititik nadir, semua manusia bersujud, tanpa ada yang bisa merasa paling hebat, kuat dan besar.
Ibadah dan kecerdasan itu saling berkaitan. Dengan ibadah yang dilandasi keimanan, maka kecerdasan kita terbangun.
Muncul dalam diri bentuk rasa pengagungan kita pada Allah, yang berefleksi pada kesadaran kita akhirnya mensyukuri diri, meyakini diri, dan terbangun lintasan bahwa kita mahluk unggul yang dihadirkan Tuhan sebagai pengisi dunia yang harus memberi arti.
Maka sampai situ saja manusia sudah menemukan kembali bibit-bibit keunggulannya, yang jika semakin digali, maka ia akan semakin terbentuk kesadaran ke unggulan dirinya.
Manusia yang sudah menemukan kesadaran dirinya, ia bagai Adam yang memiliki warisan kecerdasan langsung yang Allah berikan.
Maka jangan heran, ketika bibit unggul ini terpelihara dalam jiwanya, bibit itu akan terus tumbuh dan berkembang, dan kuncinya adalah bibit kesadaran itu, hanya akan ditemukan oleh manusia, dalam ritual ibadah yang kita perbuat.
Keyakinan kita pada Allah, akan membangun keyakinan pada diri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!