REFLEKSI | Mengalah
Seperti itulah mengalah menyusun kekuatan besarnya. Seperti itulah kekuatan mengalah yang sesungguhnya, yang mampu menancap kuat, sesuai sasarannya.
Jadi jangan sungkan untuk mengalah, jika kita tahu ada kebaikannya yang tersimpan di sana.
Jadi jangan malu ketika kita harus mengalah sesaat, untuk meraih kemenangan di babak selanjutnya.
Mengalah itu bukan aib. Mengalah itu kebijaksanaan. Mengalah tanda kedewasaan dan kematangan berpikir. Dan pada mereka yang mau mengalahlah, sesungguhnya ada kemenangan yang Allah akan sematkan kemudian, sebagai bentuk pengakuanNya.
Maka bersabarlah seperti halnya yang para Nabi SAW lakukan. Maka tenangkanlah hati, jangan gelisah karena kita harus mengalah.
Untuk mengalah tentunya kita sakit pastinya di awal, karena kita tak bisa memungkiri perasaan kita. Lembutkan hati kita dengan istigfar, agar kita ikhlas dan tak meluapkan kemarahan sesaat yang tak ada gunanya.
Mengalah untuk menang layak kita lakukan. Seperti air mengalir, ia harus pergi ke muara dan lautan sehingga ia menemukan kebesarannya. Seperti tanah yang harus diolah dan dicangkuli, sehingga ia akan menjadi subur dan memakmurkan.
Pahami kekuatan dari diri kita, ketika kita harus mengalah. Pahami keluarbiasaan dan keistimewaan manusia-manusia agung, yang mempraktekan ilmu mengalah ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!