REFLEKSI | Mengalah
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
MENGALAH itu merupakan salah satu cara kita menghindari masalah. Mengalah bukan berarti kita lemah, atau kalah. Bisa jadi mengalah adalah solusi terbaik untuk melanjutkan proses kehidupan kedepannya.
Orang cerdas harus mengalah diawal-awal karena ini merupakan solusi yang selalu menjadi pengajaran yang tidak tertulis dari para Nabi SAW.
Dari Nabi awal, Adam. Sampai pada Nabi terakhir Muhammad SAW. Cerita pada harus mengalahnya diri, merupakan unsur penting untuk menguatkan potensi.
Nabi Adam harus mengalah dari egonya ia sebagai manusia, ia tunduk pada perintah Allah untuk diturunkan ke Bumi. Nabi Muhammad SAW pun demikian, ia harus hijrah ke Madinah, sebagai solusi terbaik baginya, menghindari masyarakat Mekah yang belum bisa menerima dakwahnya.
Mengalah merupakan kekuatan terpendam. Mengalah merupakan cara cerdas kita melakukan banyak strategi untuk menjadi pemenang pada masa depan.
Orang mengalah merupakan ciri dari manusia berprinsip. Dan prinsip menjadi manusia hebat, memerlukan ketenangan jiwa, memerlukan tempat yang tepat untuk berpikir dan menyusun strategi, agar bisa kembali ke manapun tempat yang ia kehendaki, dengan kesuksesan yang mampu ia raih, dan ia bangun setelah kemampuannya full berada dalam genggamannya.
Mengalah itu seperti busur anak panah yang ditarik kebelakang, saat busur memerlukan pegas kuat untuk melesatkannya. Maka saat anak panah itu di dilepas, hentakan kuat tak bisa membendung lajunya kecepatan si anak panah untuk sampai ke titik tuju yang ia sasar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!