REFLEKSI | Mencumbu Sang Penipu (Dunia)
Kita tahu Sabar dan Ikhlas adalah jawaban untuk segala kesulitan. Tapi kita sengaja menulis jawaban lain: "Mengeluh" dan "Update Status". Kita tahu Dosa itu racun. Tapi kita meminumnya sedikit-sedikit setiap hari, menikmatinya seperti wine mahal, lalu pura-pura kaget saat jiwa kita sakit.
Pagi ini, di hadapan kopi yang jujur, saya sadar. Kita bukan tidak tahu jawaban. Kita bukan bodoh. Kita cuma sombong.
Kita adalah murid yang memegang kunci jawaban di tangan kanan, tapi dengan sengaja menulis jawaban yang salah dengan tangan kiri, hanya karena jawaban yang salah itu terlihat lebih indah, lebih seru, dan lebih instagrammable.***
Renungan pagi di Citapen Cimenyan
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!