REFLEKSI | Membaca Fenomena
Maka manusia-manusia yang memanfaatkan fenomena untuk hal kebaikan ini terlahir dari kalangan, agamawan, budayawan, seniman, peneliti, desainer, dan tokoh-tokoh politik.
Untuk yang buruknya, fenomena bahkan dipelajari para penjahat yang kritis melihat peluang, dan mempelajari peluang, untuk ia gunakan dalam modus kejahatannya dalam beragam beragam taktik, dan strategi memanfaatkan celah untuk melancarkan kejahatannya.
Antara kebaikan dan kejahatan, semuanya memanfaatkan dan mempelajari fenomena. Lalu kita sebagai manusia biasa, maukah mempelajari fenomena, tanda, bahasa simbol yang alam tampakan kepada kita ?
Fenomena adalah anugrah Tuhan untuk membuat manusia berpikir dan menjadi cerdas.
Manusia yang bisa memanfaatkan fenomena, apapun motifnya, ia bisa menjadi manusia unggul, orang pilihan, bahkan bisa sukses sesuai apa yang menjadi niatnya.
Maka dalam kitab suci umat muslim, Allah menandaskan fenomena,"Demi masa !" yang meluruskan dan mengingatkan manusia, agar bisa memanfaatkan fenomena waktu dalam 24 jamnya, masa dalam kurun waktu hidupnya, sehingga bisa memanfaatkan untuk hal terbaik yang bisa ia perbuat. Maka dawuh nabi kita kanjeng Nabi Muhammad SAW, adalah hal yang paling dasar ketika beliau menyebutkan bahwa, manusia yang paling bermanfaat adalah, manusia yang paling bisa bermanfaat untuk orang lain.
Dan membaca fenomena, adalah hal yang akan memberi nilai kebermanfaatan untuk diri, dari apa yang bisa kita berikan kepada banyak manusia, setelah kita bisa, dan mampu membaca fenomena alam, sosial, waktu, serta fenomena lainnya yang kita tafaquri untuk mendapatkan nilai-nilai pesan Illahi, sehingga kita setidaknya mampu mengingatkan, dan meyadarkan manusia lainnya agar awas, waspada terhadap suatu hal, yang terjadi sebagai suatu tanda, (fenomena) sehingga tidak terjerembab seperti umat yang terkena azab di jaman para nabi terdahulu.
Insyaallah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!