REFLEKSI | Mau Masuk Surga
Dan dengan adanya niat, diperkuat dengan motivasi kita, hidup kita di dunia pada akhirnya, merupakan pengimplementasian dari menerapkan sosok manusia surga yang kita bawa ke dunia, di mana awal kehidupan kita pada saat ini, adalah sebuah usaha manusia dalam mengolah dunianya, bercocok tanam yang baik, menjadi petani kehidupan yang sukses, sehingga pada saatnya nanti kita memanen, hasilnya akan membuat kita mendapatkan hasil yang berlimpah, hasil yang sukses, karena kita telah menggarap kebun dunia, sawah kehidupan kita dengan baik selama di dunia.
Lalu adakah yang sudah memiliki konsep kesadaran seperti ini selama kita hidup saat di dunianya ?
Surga itu istimewa ! Ia bagaikan harta berharga, yang diperebutkan oleh siapa pun ! Si miskin mau surga, Si kaya mau surga. Manusia beriman dan tak beriman mau surga. Manusia biasa, pejabat pemerintahan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, semua kalangan... Baik artis dan pecundang, mereka semua mau surga ! Bahkan orang gila pun, kebagian ingin di surga !
Ada ulama, ia mau dan menginginkan surga, karena ia merasa selama hidupnya di dunia, ia selalu menyerukan kesadaran surga dengan iming iming 72 bidadari. Maka yang ia dakwahkan adalah menitikberatkan pada tujuan atau niatnya, dalam mendapatkan bidadari tersebut!
Allahnya ia lupakan ! Sehingga setiap statement atau sisi nilai dakwahnya, jauh dari kepatutan seorang alim, yang seharusnya memberi pencerahan yang bermanfaat bagi umat.
Yang ada, ia sumber provokasi, sumber masalah, sangat meresahkan, tapi apa daya, umat hanyalah jadi pendengar, tak mampu meluruskan bicaranya, karena tak memiliki otoritas untuk mengingatkan atau melarang... Malah pendukungnya banyak, dan galak-galak, ia sendiripun anti kritik, dan bagi yang berani mengkritik, malah mereka di anggap menistakan ulama....!
Akhirnya bicaranya semakin menjadi-jadi, dan Islam sebagai keyakinan yang agung ini, tercoreng marwahnya, disebabkan adanya figur yang tidak tahu caranya menempatkan permata berharga, di tempat yang sesuai dengan keberhargaannya itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!