REFLEKSI | Manusia Utama
Oleh Bambang Melga Suprayogi
SETIAP keyakinan dari seluruh ajaran agama samawi, mutlak datangnya dari Tuhan, Dia sang Maha Pencipta.
Semua petunjuk dari Tuhan pada para nabi, adalah memberi arah, jalan, atau jadi pedoman mutlak bagi seluruh umatnya...dan mereka para nabi, para rasul, datang dalam suatu kaum, khusus sebagai rahmat, penerang umat, agar umat tahu tujuan hidupnya, dan paham, untuk apa mereka diciptakan.
Petunjuk Tuhan dalam berbagai kitab suci, merupakan sumber rujukan, pegangan, pedoman umat, agar umat tak salah jalan, tak salah arah, tidak melenceng, dan lurus pada rambu yang sudah ditetapkan, dari petunjuk ajaranNya, yang ada pada kitab suci setiap keyakinan.
Lalu bagaimana manusia bisa memiliki maqom mulia ? Manusia paripurna yang menunjukan keutamaannya ?
Menjadi manusia mulia adalah dambaan setiap orang, baik orang awan, maupun para agamawan. Tapi sedikit sekali dari manusia dengan titel apapun, dan status apapun untuk sampai pada posisi menduduki maqom manusia mulia ini ! Apa sebab nya ?
Untuk bisa sampai pada maqom manusia mulia, manusia sudah harus memiliki ketulusan hati. Bening hatinya, tak ada intrik, hasud, iri, dengki, dan sebagainya.
Untuk sampai sana, menuju maqom manusia mulia, hatinya harus bersih dulu. Hatinya harus terjaga!
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!