REFLEKSI | Logo & Jatidiri
Suara nyaring, bising, dan kritik tajam seperti halnya dari anggota parlemen sekarang seperti, Fadli Zon, Hidayat Nur Wahid, Endhi Baskoro, dan lain-lain, tak ada terdengar seperti itu waktu jamannya Soeharto berkuasa...! Semua anggota parlemen adalah mahluk santun, penyabar, dan kompak dalam melanggengkan kata sepakat ,"asal bapak senang! ". Sebuah jargon yang sudah semua hafal sampai saat ini, untuk generasi kita yang telah tua.
Peristiwa sehebat apapun saat rezim Soeharto pastinya berdampak nasional, tapi... Semua bungkam. Diam. Tak ada nyali seluruh rakyat mengomentari! Kalaupun mereka tahu, pelarangan terbit adalah mengembiri hak asasi bagi keterbukaan informasi. Komentarnya tak seriuh sekarang. Sungguh tak ada perlindungan hak asasi, apalagi keterbukaan informasi, semuanya di kontrol, dan semua dalam pantauan penguasa.
Rakyat saat itu tahu diri. Ataupun mungkin rakyat takut! Jikapun ada aksi, sudah pasti di hadapi moncong senjata yang terarah, malah bisa sampai dihilangkan tak tau rimbanya, itu jika penguasa sudah marah.
Itulah hebatnya Soeharto kala itu, bisa disamakan bentuk ketegasannya, akan kejam, itu untuk yang menganggu ketentraman masyarakat umum! Ya, gaya tegasnya mirip-mirip pemerintah Saudi Arabia sekarang, main libas, tak ada pengadilan untuk penganggu stabilitas. Seperti dalam berita kemarin, Pemerintah Arab Saudi mengeksekusi 81 warga negaranya yang membuat kacau situasi keamanan negara.
Apakah kita mau ke jaman tegas-tegasan seperti jaman Soeharto? Yang main dikarungi untuk para preman kelas teri, hehehe.
Jargon, yang seringkali kita lihat di belakang bak mobil truk dengan gambar Soeharto melambaikan tangan, dan memberi senyuman khas miliknya, sambil tertulis narasi, " Piye Kabare...Penak Jamanku Toh !" Sungguh suatu anekdot, yang tak merasakan kelaliman-kelaliman, dan penderitaan, bapak, dan kakeknya ketika itu.
Sudah pasti satu paket komplit, akan menderita seumur hidup, atau hilang jejak tanpa rimba, jika kita berani mengkritik pemerintah saat itu. Sampai pada akhirnya, situasi Adem terjaga, tenang, dan kondusif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!