REFLEKSI | Kita Adalah Apa yang Kita Katakan
Ini menjadi bukti otentik dasyatnya kata-kata yang akhirnya dituliskan, karena pengaruh kekuatan kata-kata Nabi itu mampu membangun kekuatan potensi, kesadaran spiritual diri, dan umat, hingga itu dijadikan pegangan umat hingga sampai saat ini.
Mari kita belajar konsekuen dengan kata-kata, dengan suara kita !
Mampu merealisasikan apa yang jadi ucapan kita, sehingga kita memiliki hikmah, dipakaikan baju ruhani oleh Allah buat diri kita.
Belajarlah berkata benar, bisa merealisasikan sesuai apa yang kita ucapkan, jadi antara kata dan perbuatan bagi kita yang mengucapkan itu menjadi suatu kesatuan utuh, antara ucapan dan perbuatan seia sekata.
Hingga orang akan melihat diri kita sebagai figur yang teladan, bisa dipercaya, dan diri kita benar bisa Allah bawa pada wilayah integritas diri, dengan kebenaran bisa merealisasikan kata-kata yang kita ucapkan.
Semua manusia harus berproses. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan untuk mengejar keinginan berani bersuara, berani berkata-kata.
Maka ketika kita berkata penuh kebenaran, konsekwensinya adalah kita sedang memerangi kebohongan, memerangi kebodohan, memerangi kemunafikan, memerangi kesewenang-wenangan, hingga kita sendiri merupakan pejuang dari apa yang kita katakan, karena hakekatnya semua orang itu, ia menyenangi kebenaran, dan tak mau dibohongi. Alhamdulillah, semoga bermanfaat.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!