REFLEKSI | Kita Adalah Apa yang Kita Katakan
Kata-kata hadir sebagai penghias diri kita, penguat pakaian Ruhani yang menjadikan kita berkarakter dan memiliki ciri dengannya.
Maka sudah jadi pemahaman pada diri sang Nabi Kita Muhammad SAW, ia kuat memegang kata-katanya, sehingga kejujuran akhirnya muncul menghiasi dirinya, sampai pada akhirnya ia dianggap Al Amin, yang dapat di percaya...itulah buah dari memegang kuat kata-kata hingga berkomitmen dirinya dengan kesungguhan yang bisa dipegangnya.
Sungguh luar biasa kata-kata, suara diri kita. Ia menjadikan kita berkelas sesuai capaian dan apa yang bisa kita pertaruhkan.
Proses naik levelnya suara kita,(diri kita ), tergantung keilmuan dan seberapa berani kita membangunkan kesadaran orang lain, seperti kesadaran yang kita miliki.
Maka selalu dalam hidup ini, kita coba beranikan diri buat bersuara ! Sebab jika kita menyuarakan kejujuran, maka tak ada yang bisa menyanggah kebenaran yang kita suarakan.
Kebanyakan manusia tak berani menyuarakan kebenaran. Meluruskan sesuatu yang tak pantas, mengembalikan apa yang bengkok kembali lurus sesuai relnya.
Itulah kenapa, ketika suara kita tak berani diperdengarkan, kita tak berani bersuara, maka kedzoliman, kesemena-menaan, dan kemunafikan bisa jadi kuat berkutat mendominasi disekeliling kita. Kita dalam cengkraman mereka, kita malah yang dipojokan dan di bodohi, hingga semena-mena diperlakukan bak anak kecil yang tak berdaya.
Kita adalah mahluk suara, selain mahluk sosial.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!